DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI mengumumkan Provinsi Bali menjadi daerah dengan prevalensi stunting terendah se-Indonesia. Keberhasilan ini merupakan prestasi yang patut diapresiasi atas kinerja dan kerja keras semua pemangku kepentingan, khususnya perwakilan BKKBN wilayah Bali.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, dalam arahannya saat membuka acara Pengendalian Program dan Anggaran BKKBN wilayah Bali di Kantor BKKBN Bali, Renon, Denpasar, pada Selasa (29/10/2024).

Baca juga :  Bali Siap Sambut KTT AIS 2023

Lebih lanjut dalam arahannya, Sekda Bali menyampaikan bahwa raihan prevalensi stunting terendah bukanlah capaian puncak, mengingat dinamika kependudukan yang terus berkembang. Kelahiran terus ada, kontraksi perekonomian terjadi, dan kondisi ini akan terus berubah.

Pertambahan dan pertumbuhan keluarga baru belum tentu memiliki pengetahuan dan informasi yang memadai mengenai cara mencegah stunting.

Begitu pula para ibu yang memiliki balita atau sedang hamil, meskipun sudah mendapatkan informasi dan edukasi tentang stunting, mungkin akan kesulitan menyediakan gizi dan pangan yang baik bagi balita jika kondisi ekonomi memburuk, sehingga berpotensi menimbulkan stunting.

Baca juga :  Sekda Apresiasi Perekonomian Bali Bulan Maret 2024

“Capaian prevalensi stunting terendah harus kita apresiasi, namun ini bukanlah puncak capaian kinerja kita. Jangan berpuas diri dulu karena jika kita merasa puas, maka disitulah langkah kita terhenti. Untuk itu, kita harus terus bekerja membangun sistem dan kolaborasi yang baik antar pemangku kepentingan, sehingga kasus stunting bisa terus kita tekan,” imbuhnya.

Baca juga :  Sekda Made Indra: Digitalisasi Pengadaan Tingkatkan Efisiensi dan Tranparansi

Dalam arahannya, Sekda Dewa Indra juga meminta agar program BKKBN lainnya, seperti program Bangga Kencana, terus diakselerasi di tengah masyarakat.

Begitu pula penyerapan anggaran, baik itu Dana Alokasi Khusus Fisik maupun Non Fisik, diharapkan dapat dioptimalkan agar dana terserap dengan baik dan memberikan manfaat maksimal dalam upaya kita bersama mewujudkan generasi sehat yang tumbuh di keluarga berkualitas.

Editor: Agus Pebriana