DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Upaya otak-atik siapa sosok bakal calon gubernur (Bacagub) Bali yang akan mendampingin Ketua DPD Gerindra Bali Made Mulyawan Arya atau De Gadjah sebagai calon wakil gubernur Bali nampak terkesan tengah dilakukan.

Hal ini terlihat setelah Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bali I Ketut Juliarta mengunggah sebuah foto yang menampilkan Wakil Kepala BIN Letnan Jendral TNI I Nyoman Cantiasa bersama De Gadjah.

Foto tersebut di unggah di media sosial Instagram pribadi @i_ketut_juliarta, Selasa (25/06/2024). Dalam unggahnya, Juliarta mengatakan dua sosok tersebut merupakan pasangan yang pas.

“Pasangan yang pass niki Semeton Bali, Bali butuh pemimpin dari kalangan militer dan tokoh muda,” tulis Juliarta di akunya tersebut.

Padahal sebelumnya, Rapat Konsolidasi Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus di Bali, bertempat, Jumat (24/05/2024) menyepakati mengusung paket Ida Bagus Rai Mantra berpasangan dengan De Gadjah sebagai gubernur dan wakil gubernur Bali.

Baca juga :  Pilgub Bali 2024, De Gadjah: Mantra-Mulia Belum Final

Pasangan ini disepakati oleh sebelas partai politik yaitu Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, PSI, NasDem, PPB, Gelora, Garuda, PKB dan Prima.

Meski memang sejak diumumkan akan diusung, Rai Mantra yang merupakan Anggota DPD RI terpilih 2024-2029 terkesan masih abu-abu apakah bersedia menerima pinangan tersebut atau malah menolak.

Dikonfirmasi terkait postingan tersebut, Ketut Juliarta mengatakan postingan tersebut merupakan aspirasi pribadi dan konstituennya yang menginginkan Bali dalam kondisi lebih aman.

Menurutnya, Letjen Nyoman Cantiasa adalah sosok pemimpin yang tepat lantaran berlatar belakang militer. Dalam karirnya di militer, Cantiasa dikenal sebagai sosok yang berprestasi dan bersih.

Baca juga :  Ramai Postingan De Gadjah ‘Maju’ Gubernur Bali

“Pak Cantiasa berlatar militer, kopassus, bersih dan berprestasi, tentu kita sebagai masyarakat Bali bangga akan tokoh seperti Cantiasa. Masyarakat Bali butuh pemimpin yang berlatar belakang militer agar Bali aman seperti dulu,” terangnya.

Berkaitan dengan apakah postingan tersebut bertujuan untuk mengotak atik Bacagub pendamping De Gadjah, Juliarta mengatakan sosok pendamping De Gadjah masih cair sebelum surat rekomendasi dikeluarkan oleh DPP Partai.

Ia pun menambahkan jika surat rekomendasi sudah dikeluarkan. Siapapun nama bacagub yang diusung akan didukung oleh seluruh kader dan partai pengusung.

“Bebas saja dulu mau memasangkan dengan siapa, kemudian siapa yang cocok. Nanti kalo Rekomendasi turun, kita bergerak untuk memenangkan itu (nama yang diusung),” terang Juliarta.

Baca juga :  Rai Mantra Terkesan Abu-Abu, Gerindra Sebut Ada Opsi Nama Lain

Test The Water

Sementara itu pengamat komunikasi politik Ras Amanda melihat postingan yang berisi Wakil Kepala BIN Letnan Jendral TNI I Nyoman Cantiasa bersama De Gadjah sebagai bentuk test the water.

Ia mengatakan test the water bertujuan untuk melihat penerimaan dan respon publik terhadap nama-nama bakal calon kepala daerah yang akan diusung. Apakah penerimaan publik positif atau negatif.

“Nanti itu akan kemudian dijadikan bahan pertimbangan siapa yang kira-kira lebih berpeluang diterima di masyarakat,” terangnya.

Disamping itu, Ras Amanda mengatakan test the water juga bertujuan untuk mengetahui pasar pemilih dan mengatahui siapa sosok-sosok yang dikenal oleh masyarakat sebagai bakal calon kepada daerah.

Reporter: Agus Pebriana