DIKSIMERDEKACOM, KARANGASEM, BALI – Wisman Belgia, Frank Joris mengungkapkan arak memiliki rasa yang lebih nikmat daripada sake. Ia mengatakan, meski keduanya memiliki kemiripan rasa, namun menurutnya arak terasa lebih murni.

Hal tersebut diungkapkan saat ia bersama sejumlah wisatawan asing (wisman) asal Eropa antusias menyaksikan lomba mixology arak Bali yang digagas PDI Perjuangan di Taman Ujung Karangasem, Minggu (23/6/24).

Pada kesempatan itu mereka ikut mencicipi arak racikan peserta lomba bersama Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster.

Baca juga :  Gubernur Koster Yakinkan Pungutan Wisman Tak Akan Pengaruhi Tingkat Kunjungan
Wayan Koster mengajak wisman pengunjung Taman Ujung Karangasem mencicipi arak racikan peserta lomba mixology arak Bali, Minggu (24/6/24). Foto: Julius/diksimerdeka.com

“Saya suka udara di sini, dan saya juga suka arak. Saya tadi sudah mencoba, dan rasanya sangat enak. Saya suka dicampur dengan kopi ataupun murni. Rasanya mirip dengan sake, tapi saya rasa arak lebih enak, rasanya lebih murni,” katanya.

Kunjungan Frank dan rekan-rekannya dipandu oleh pramuwisata Yance Lele Dapawole. Yance mengatakan telah mengenalkan arak dan tamunya tertarik saat melihat ada lomba mixology ini.

“Sebelumnya saya pernah menerangkan ke mereka tentang arak Bali, kebetulan disini pas ada acara ini, mereka sangat antusias, sebelumnya mereka juga pernah mencoba saat mereka minum cocktail.”

Baca juga :  Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19, Gubernur Koster Apresiasi BRI Denpasar

“Dan di sini mereka berkesempatan approach dan mencoba arak bersama Bapak Koster. Ini akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi mereka selama di Bali,” terangnya.

Wayan Koster menerangkan arak Bali kepada wisman pengunjung Taman Ujung Karangasem saat lomba mixology arak Bali, Minggu (24/6/24). Foto: Julius/diksimerdeka.com

Yance mengatakan, menurut tamunya, arak memiliki rasa yang unik dan nikmat sehingga memiliki potensi besar bersaing di kancah internasional.

“Mereka mengatakan rasanya tidak kalah dengan minuman dari luar dan mereka mengatakan ini (arak, red) bisa go internasional,” tandasnya.

Baca juga :  Gubernur Koster Ajak Masyarakat Bali Dukung Nyoman Paul di Indonesian Idol 2023

Diketahui, lomba mixology arak ini merupakan yang keenam kalinya digelar serangkaian dengan peringatan Bulan Bung Karno. Karangasem dipilih sebagai tempat lomba mengingat kabupaten ini sentra pengrajin arak di Bali.

Ada 18 tim perwakilan dari seluruh kabupaten kota di Bali yang mengikuti lomba kali ini. Kedelapan belas tim itu hasil seleksi yang dilakukan di masing-masing tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan se-Bali.

Reporter: Yulius