DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Pejabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya menyebut ada tiga kelompok calon peserta didik yang harus menjadi prioritas dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sekolah negeri.

“Ada tiga kelompok yang akan menjadi prioritas saat PPDB mendatang, yakni siswa di zona kemiskinan ekstrim, siswa dengan kebutuhan khusus dan siswa yatim maupun piatu, itu yang menjadi prioritas pada PPDB 2024,” ujar Mahendra Jaya saat diwawancarai wartawan di Kantor DPRD Provinsi Bali, Rabu (19/6/2024).

Baca juga :  Pj Gubernur Apresiasi Dua Atlet Bali Raih Penghargaan di Asian Games Hangzhou

Lebih lanjut Mahendra Jaya menyebut pihaknya akan melakukan monitoring agar tidak terjadi kecurangan saat PPDB.

“Kami akan membentuk tim monitoring untuk melakukan. Pemeriksaan seperti pengecekan di sistem untuk mengetahui apakah siswa tersebut layak mendapatkan prioritas atau tidak,” sambungnya.

Terakhir ia menekankan, alasan memprioritaskan siswa miskin di PPDB 2024 ini agar menghindari siswa yang kurang mampu putus sekolah.

Baca juga :  Pj Gubernur dan Menko AHY Bahas Rencana Pembangunan Subway Bali

“Jika siswa kurang mampu sampai masuk ke sekolah swasta yang tarifnya lebih mahal, kita khawatir mereka akan kesulitan dalam melakukan pembiayaan,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Ketut Ngurah Boy Jaya Wibawa menegaskan pihaknya akan memprioritaskan siswa miskin hingga 100% dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024.

“Untuk tahun ini kita targetkan 100% berbeda dari tahun 2023 mendapat jatah sebesar 30% ini untuk kemajuan pendidikan terutama di Provinsi Bali,” ujar Boy kepada wartawan.

Baca juga :  Pj. Gubernur Mahendra Temui WS di Mengwi, Bahas Apa?

Lebih lanjut Boy menyebut dinaikkannya kuota dari siswa miskin lantaran sudah mendapat lampu hijau dari Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya.

“Sudah ada komunikasi dengan pak Pj dan beliau mendukung upaya ini, kita kedepannya akan terus berusaha untuk memajukan pendidikan khususnya di Bali,” tutup Boy.

Reporter: Dewa Fathur