DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Universitas Negeri Surabaya (Unesa), sebagai perguruan tinggi yang unggul di bidang pelayanan disabilitas, melalui Direktorat Branding, Marketing, dan Media, kembali melaksanakan program “Break the Rules Roadshow”.

Program ini dirancang untuk menjangkau dan memberdayakan teman-teman disabilitas dengan mengenalkan media digital dan peluang yang ada di dalamnya.

Ini kali, tim Break the Rules Roadshow Unesa mengunjungi teman-teman disabilitas rungu, wicara, netra, dan tuna daksa di Sentra Mahatmiya, Bali, 12 Juni 2024.

Kepada para peserta, tim dari Unesa ini mengenalkan berbagai peluang promosi dan marketing industri melalui media podcast.

Unesa berkomitmen untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada teman-teman disabilitas, agar mereka dapat memanfaatkan media digital sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian mereka.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menginspirasi dan memotivasi para peserta dalam mengeksplorasi potensi mereka di dunia digital.

“Kami berharap dengan adanya program ini, teman-teman disabilitas dapat melihat dan memanfaatkan peluang yang ada di industri media digital, khususnya melalui podcast. Saya ingin mereka merasa diberdayakan dan termotivasi untuk terus berkarya,” ujarHerma Retno Prabayanti., S.E., M. Med. Kom., Direktur Branding, Marketing, dan Media, Unesa.

Kegiatan ini menghadirkan Vania Winola sebagai narasumber yang berpengalaman di bidang podcast dan media digital. Ia memberikan materi dan berbagi pengalaman mereka kepada para peserta.

Selain itu, peserta juga diajak untuk praktek langsung membuat konten podcast, sehingga mereka mendapatkan pengalaman nyata dan dapat segera mengaplikasikan pengetahuan yang didapat.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata dari komitmen Unesa dalam mendukung inklusivitas dan kesetaraan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk teman-teman disabilitas.

Komitmen ini diterima denganterbuka oleh Agustinus Rudhy Setiawan, penyuluh Sosial Sentra Mahatmiya yang menyampaikan bahwa peran perguruan tinggi akan menjadi katalis upaya mewujudkan masyarakat inklusif.

Agus Rudhy berharap program ini ditindaklanjuti dengan monitoring dan evaluasi berkala yang dilakukan Unesco terhadap program yang disampaikan melalui kegiatan BTR Roadshow tersebut.

“Kami percaya bahwa setiap individu memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan, dan melalui program ini, kami ingin membantu mereka untuk menemukan dan mengembangkan potensi tersebut,” kata Agus. (*)