DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Pemerintah Kota Denpasar secara resmi melaksanakan Kick Off Posyandu Intervensi Serentak Pencagahan Stunting di Kota Denpasar pada Minggu (9/6/2024).

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menjelaskan, Pemkot secara berkelanjutan terus berupaya menekan angka stunting. Berbagai upaya terus dilaksanakan guna mendukung optimalisasi penurunan angka stunting di Kota Denpasar.

“Pertama kami sampaikan bahwa kami di Kota Denpasar sangat serius dalam penanganan stunting, jadi pada kesempatan ini kami ingin penanganan stunting dapat dioptimalkan, holistik dan tepat sasaran,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan beragam inovasi juga telah dan akan dilaksanakan dengan menggandeng berbagai stakeholder hingga lapisan terbawah, termasuk perbekel/lurah hingga keluarga.

Baca juga :  Pemkot Denpasar Diganjar “APBD Award” Tahun 2023

Beberapa diantaranya yakni penguatan kebijakan pendampingan Calon Pengantin, Koordinasi dan kolaborasi sektor Kesehatan melalui pembentukan jejaring skrining layak hamil, ANC dan Stunting dengan fasyankes dan sektor lainnya yang terkait.

Selanjutnya, juga turut dilaksanakan peningkatan peran serta masyarakat melalui pelaksanaan gerakan cegah stunting, aksi bergizi, gerakan aktifkan posyandu, gerakan ibu hamil sehat.

Kemudian, kelas ibu hamil dan ibu balita di setiap desa/kelurahan serta peningkatan peran serta PKK, pemberian PMT pada ibu hamil, pemberian makanan tambahan tinggi protein berbasis lokal, pendampingan Tim Ahli ke puskesmas.

Selain itu, juga turut dilaksanakan bedah rumah keluarga berisiko stunting dengan RTLH dan pembangunan sanitasi layak bagi keluarga beresiko stunting.

Baca juga :  Pemkot Denpasar Dukung Gerakan Sinergi Reforma Agraria

“Melalui Posyandu Intervensi Serentak Pencagahan Stunting mari bersama bersinergi secara berkelanjutan dalam mendukung percepatan penanganan stunting di Kota Denpasar, baik dari tingkat keluarga, perbekel/lurah hingga tingkat Kota Denpasar melalui program TP. PKK menyapa dan berbagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Denpasar, A.A. Ayu Candrawati menjelaskan bahwa, kegiatan ini adalah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Adapun jenis pelayanan kesehatan yang dilayani antara lain pemeriksaan kesehatan umum, screening Penyakit Tidak Menular (PTM) dan pengobatan dari UPTD Puskesmas.

Kegiatan safari kesehatan hari ini dirangkaikan bersamaan dengan kegiatan Posyandu Intervensi Serentak Pencagahan Stunting dengan menyasar 459 Posyandu di 43 Desa/kelurahan se-Kota Denpasar.

Baca juga :  Pemkot Denpasar dan Polri Integrasikan CCTV Pastikan Keamanan KTT AIS

Lebih lanjut dijelaskan, dengan menggandeng RSUD Wangaya Kota Denpasar, pelayanan yang diberikan berupa Fisioterapi, JFF (John Fawcett Foundation Indonesia), pelayanan pemeriksaan kesehatan mata, pemberian kaca mata dan obat tetes mata sesuai hasil pemeriksaan, serta pelayanan kepesertaan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).

“Kami berharap safari kesehatan ini bisa dirasakan oleh masyarakat dalam upaya promotif, preventif, dan kuratif, serta melalui Posyandu Intervensi Serentak Pencagahan Stunting dapat mendukung pencegahan dan penanganan stunting di Kota Denpasar,” ungkapnya.

Editor: Agus Pebriana