DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar menyisiri keberadaan anjing liar di Kelurahan Serangan. Penyisiran ini bertujuan untuk memberikan vaksinasi dan sterilisasi terhadap Hewan Penular Rabies (HPR) di area yang dijadikan tempat pertemuan World Water Forum (WWF) 2024.

Kadis Pertanian Kota Denpasar, Anak Agung Gde Bayu Brahmasta menjelaskan, pelaksanaan Vaksinasi rabies dan sterilisasi rutin digelar. Terlebih lokasi ini menjadi areal acara World Water Forum (WWF), dengan langkah ansitipasi Vaksinasi Rabies dan Sterilisasi menyisir anjing liar dengan jumlah 14 ekor.

Baca juga :  Cegah PHMS, Distan Denpasar Monitor Lalu Lintas Hewan

“Penyisiran anjing liar diperoleh sebanyak 14 ekor, dilakukan Sterilisasi sebanyak 7 ekor, dengan 5 betina dan 2 jantan. Sisanya 7 ekor sudah disterilisasi. Semua anjing dilakukan Vaksinasi Rabies, dan ditempatkan dalam kandang yg telah disiapkan oleh PT. Kura – Kura Bali menjelang acara WWF pada 18 Mei 2024,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, pada tahun 2024 ini, populasi HPR, khususnya anjing di Kota Denpasar diprediksi mencapai 82.195 ekor. Dimana, dari jumlah ini, pelaksanaan vaksinasi rabies ditargetkan mampu menyasar 90 persen dari total populasi.

Baca juga :  Vaksin Rabies di Bali Hingga Pertengahan Tahun Capai 57 Persen

“Kami targetkan 90 persen dari prediksi populasi, sekitar 73.975 ekor, tentunya diperlukan kerjasama lintas sektor untuk menjangkau jumlah tersebut,” ujarnya

Dikatakannya, untuk mendukung pencegahan rabies tersebut, Tim Dinas Pertanian, khususnya Bidang Kesehatan Hewan telah merancang berbagai upaya. Yakni pelaksanaan vaksinasi rabies secara dor to dor ke Desa/Kelurahan serta melaksanakan kontrol populasi dengan sterilisasi anjing liar.

Baca juga :  Kuatkan Sektor Pertanian, Pemkot Denpasar Serahkan Bantuan Hibah ke Petani

Selain itu, lanjut Gung Bayu, pencegahan kasus rabies juga dilaksanakan dengan Kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang bahaya Penyakit Rabies dan resiko yang ditimbulkan. Tak hanya itu, juga turut dilaksanakan Kegiatan Pengawasan Lalu Lintas HPR serta Pembentukan Tim Siaga Rabies (TISIRA).

“Semoga upaya pencegahan rabies berkelanjutan di Kota Denpasar dapat terus dioptimalkan, terlebih Bali, khususnya Kota Denpasar dikenal sebagai daerah wisata,” ungkap Gung Bayu.

Editor: Agus Pebriana