DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu menyebut di era keterbukaan informasi seperti sekarang, wartawan jangan sampai asal comot informasi yang belum tentu teruji kebenarannya, sehingga menghasilkan karya jurnalistik yang bias.

“Lahirnya media informasi dari berbagai platform seperti Artificial Intelegent (AI) dan chat GPT, karena rekan-rekan wartawan ingin kerja cepat, sehingga tak jarang mengambil informasi dari sumber-sumber tersebut yang belum teruji kebenarannya,” ujar Ninik Rahayu saat membuka Pelatihan Pra Uji Kompetensi Wartawan (UKW) melalui aplikasi Zoom Meating, Selasa (7/5/2024).

Baca juga :  Pendaftaran Calon Anggota Dewan Pers 2025-2028 Dibuka

Ninik Rahayu menyebut hal inilah yang mendorong Dewan Pers bersama beberapa lembaga uji di bawah konstituen Dewan Pers mengadakan program UKW.

“Hal inilah yang mendasari Dewan Pers dan berbagai mitra organisasi konstituen Dewan Pers mengadakan UKW, sehingga menghasilkan wartawan yang berkompeten bukan asal bekerja,” sambung Ninik Rahayu.

Baca juga :  AI Banjiri Dunia Digital, Wamen Nezar Ingatkan: Tanpa Jurnalisme, Publik Bisa Tersesat

Alasan Dewan Pers gencar mengadakan UKW, untuk menanamkan investasi kepada Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan mengabdikan diri di dunia pemberitaan.

“Dari fenomena lahirnya AI ini juga menjadi alasan kami (Dewan Pers,red) mengadakan UKW, ibaratnya kami berinfestasi kepada SDM daripada mesin karena secangkir apapun mesin tidak akan bisa menang melawan manusia, karena mereka (manusia,red) yang memiliki cipta rasa karsa,” pungkas Ninik Rahayu.

Baca juga :  Dewan Pers Gelar UKW di Bali Diikuti 113 Peserta

Reporter: Dewa Fathur