DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar mendapatkan dua kado spesial berupa penghargaan tingkat Nasional.

Dua penghargaan tersebut diserahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Muhammad Tito Karnavian dalam Peringatan Hari Otoda Ke-28 Tahun 2024 yang dipusatkan di Balaikota Surabaya.

Adapun dua penganugerahan tersebut yaitu Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha dari Presiden RI kepada Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara.

Kemudian, penghargaan kepada Kota Denpasar atas Prestasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah atas Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD).

Baca juga :  Pemkot Denpasar Rancang Pengolahan Sampah Plastik Jadi Paving Blok.

Sementara itu, ditempat terpisah, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa yang memimpin upacara peringatan Otoda ke-28 Tahun 2024 di Kota Denpasar, mengatakan selama 28 tahun pelaksanaan otonomi daerah sudah begitu banyak hal positif yang dirasakan masyarakat.

Menurut Arya Wibawa salah satu manfaat pelaksaan Otoda mulai dari pembangunan sarana dan prasarana semakin menggeliat sesuai dengan potensi daerah dengan akurasi yang tinggi, serta mengakomodir keinginan masyarakat.

Baca juga :  Pemkot Denpasar Terus Awasi Distribusi LPG 3 Kg

Tak hanya itu, Arya Wibawa menjelaskan, buah positif lain dari otonomi daerah yang dirasakan adalah munculnya pemerintahan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Dimana peran aktif masyarakat dalam memberikan kontrol sosial juga turut terdorong sehingga tercipta pemerintahan transparan dan akuntabel,” terangnya.

Selain itu, banyak muncul inovasi-inovasi yang lahir dari daerah dalam upaya meningkatkan pelayanan guna membangun dan mensejahterakan masyarakat.

Dari semua hal positif yang telah dirasakan, tentunya masih banyak kerja yang harus terus ditingkatkan. Hal ini mengingat kedepan tuntutan masyarakat terhadap kinerja pemerintah akan terus meningkat dan semakin kompleks.

Baca juga :  Pemkot Denpasar Target Tekan Inflasi Hingga 4 Persen

Pertumbuhan Ekonomi juga harus memperhatikan aspek keadilan sosial dan pelestarian lingkungan atau Mewujudkan Ekonomi Hijau.

“Oleh karena itu, kami tidak pernah berhenti mengajak seluruh jajaran di Pemerintah Kota Denpasar terus berusaha maksimal memberikan pelayanan bagi masyarakat dengan spirit Sewakadarma dan Vasudhaiva Kutumbakam guna mewujudkan Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya menuju Denpasar Maju,” ujarnya.

Editor: Agus Pebriana