DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI -Perjuangan mantan Gubernur Bali periode 2018-2023 Wayan Koster mengangkat derajat dan mempromosikan Arak Bali sebagai minuman beralkohol khas masyarakat Bali agar sejajar dengan minuman sejenis dari negara lain seperti Soju dan Sake nampaknya tidak sia-sia.

Hal ini setelah Konsul Jenderal (Konjen) Jepang di Denpasar Ms. Katsumata Harumi mengakui sangat terkesan dengan minuman lokal tersebut. Menurutnya rata-rata warga Jepang sangat menyukai Arak Bali.

Pengakuan ini, Katsumata Harumi sampaikan kepada Penjabat Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya saat berpamitan lantaran masa tugas sebagai Konjen Jepang untuk Denpasar di Bali telah usai, bertempat di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, Selasa (19/3/2024).

Baca juga :  Masuk RPJMN, Pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi Dipastikan Lanjut

“Minuman arak Bali dan sambal matah adalah dua jenis panganan lokal yang selalu disajikan saat menjamu tamu dari Negeri Sakura. Rata-rata warga Jepang mengaku suka dengan arak dan sambal matah,” ungkap Harumi.

Diketahui saat menjabat sebagai Gubernur Bali Wayan Koster memang sangat gencar mempromosikan Arak Bali. Hal ini dimulai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi Dan atau Destilasi Khas Bali.

Baca juga :  Promosikan Potensi Lokal, Gubernur Koster Ajak Dubes Slovakia Tos Kopi Arak Bali

Kemudian, dilanjutkan dengan kebiasaan menjamu tamu asing saat berkunjung ke Rumah Jabatan Gubernur dengan memberikan Arak Bali. Tidak hanya berhenti disitu, Koster juga menetapkan 29 Januari sebagai hari Arak Bali.

Koster juga menginstruksikan semua hotel, restoran, dan pelaku usaha pariwisata di Bali, untuk menyajikan Arak Bali sebagai minuman bagi wisatawan.

Baca juga :  Gubernur Koster Ajak Mahasiswa Unud Terlibat dalam Pembangunan Bali

Melalui perjuangan tersebut, kini Arak Bali mendapat pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia yang ditetapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI.

Disamping itu, Koster pun didaulat sebagai Bapak Pejuang Arak Bali oleh sejumlah masyarakat Indonesia, baik pengusaha dan akademisi seiring semakin dikenalnya prodak Arak Bali ditingkat nasional maupun dunia.

Reporter: Agus Pebriana