Menanti Kejutan Caleg Perempuan DPR RI Dapil Bali
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Kiprah calon legislatif (Caleg) DPR RI perempuan daerah pemilihan (dapil) Bali dalam Pemilu 2024 menarik untuk dinanti. Hal ini mengingat dalam sejarah Pemilu era reformasi, Bali tidak pernah meloloskan perempuan di tingkat DPR RI.
Kendatipun sebagai kelompok yang diistimewakan dalam Pemilu melalui kebijakan afirmatif action, perempuan Bali nyatanya tidak pernah terpilih secara langsung dalam kontestasi Pileg memperebutkan kursi DPR RI.
Pengamat Politik Ras Amanda mengatakan keistimewaan perempuan dalam Pemilu hanya sampai pada penempatan nomer urut. Dimana setiap 3 caleg laki-laki akan diselipi 1 perempuan.
“Setelah itu, caleg perempuan akan tarung bebas dalam Pemilu. Mereka akan bertarung memperebutkan suara terbanyak. Karena dalam sistem Pemilu kita kan mengacunya suara terbanyak,” terangnya.
Lebih lanjut Amanda mengatakan ditengah tarung bebas di dunia politik tersebut, perempuan Bali dihadapkan pada 3 beban yakni urusan keluarga, ekonomi, serta adat dan agama.
“Tiga beban ini membuat caleg perempuan Bali tidak leluasan sebagaimana caleg laki-laki untuk mengkonsolidasikan dukunganya,” terangnya.
Menurut Amanda kondisi tersebut menjadi faktor yang turut menyumbang gagalnya perempuan Bali lolos sebagai anggota DPR RI.
Diketahui pada Pemilu 2024 dihiasi dengan sejumlah caleg perempuan yang dinilai berpotensi lolos sebagai anggota DPR RI.
Dua caleg perempuan tersebut yaitu I Gusti Ayu Diah Werdhi (PDI-P) yang saat ini menjadi Anggota DPRD Bali. Kemudian, Sagung Ratu Sri Jaya Laksmi (PDI-P) merupakan tokoh Puri penglingsir puri peliatan, Ubud.
Berdasarkan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPT oleh KPU Bali, diketahui pada Pemilu 2024 terdapat sebanyak 3.269.516 pemilih. Sejumlah 3,2 juta DPT itu terdiri dari 1.617.276 pemilih laki-laki dan 1.652.240 pemilih perempuan.
Dengan demikian, pemilih dari kalangan perempuan mengguli jumlah pemilih laki-laki dalam DPT sebanyak 34.964 pemilih. Sehingga dengan dominasi pemilih perempuan pada Pemilu 2024, seharusnya menjadi angin segar bagi caleg perempuan.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan