DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Rektor Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali, Dadang Hermawan mengatakan kemunculan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan membuat banyak jenis pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan oleh manusia digantikan oleh robot.

Kendati demikian, menurut Dadang perkembangan kecerdasan buatan justru akan menghasilkan jenis pekerjaan baru yang jumlahnya lebih banyak dan bisa dikerjakan oleh manusia.

“Robot-robot ini nantinya akan mengganti posisi kita yang notabene nanti akan menjadi kurang. Tapi justru pekerjaan-pekerjaan baru dengan pengetahuan dan keahlian dalam bidang IT, IA, Big Data, dan security, coding akan semakin banyak,” terang Dadang dalam perayaan serangkaian Dies Natalis ITB STIKOM Bali ke 21, Senin (07/08/2023).

Baca juga :  HUT XIX, ITB STIKOM Bali Berbagi Kasih

Ia menjelaskan bahwa sekarang ini penggunaan kecerdasan buatan dalam era digital sudah merasuk di segala lini kehidupan. Kecerdasan buatan tersebut bahkan lebih pintar dari pada manusia sehingga dapat membantu aktivitas keseharian manusia.

“Suatu apa yang sulit menjadi mudah apa yang jauh menjadi dekat. Apa yang rumit menjadi simple. Nah itu adalah peranan dari pada kecerdasan buatan,” terangnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan kecerdasan buatan ditopang atau disupport oleh bidang-bidang lainya seperti big data, IOT dan lain sebagainya sehingga makin kedepan penggunaan kecerdasan buatan bisa merambah ke seluruh sektor kehidupan manusia.

Baca juga :  Dua Puluh Tahun ITB STIKOM Bali, Mengabdi untuk Negeri

Untuk itulah, menurut Dadang situasi ini harus diperhatikan dan direspon oleh berbagai pihak. Edukasi tentang era digital dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan harus mulai dipelajari sehingga masyarakat dapat meresponnya dengan baik.

“Ini harus kita edukasi masyarakat sehingga tidak tertinggal. Masa kita masih milih-milih program-program lain. Sekarang zaman sudah digital jadi jangan sampai salah pilih,” terangnya.

Lebih juah dijelaskan, sebagai sebuah institusi pendidikan, ITB STIKOM Bali mencoba merespon perkembangan zaman dengan menghadirkan program studi seperti teknologi informasi yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Baca juga :  Survei: Kepuasan Mahasiswa terhadap Layanan Pendidikan ITB STIKOM Bali Sangat Tinggi

Dadang pun menjelaskan perkembangan teknologi informasi di Bali sudah mulai bermunculan, namun menurutnya belum dimanajemen dengan baik. Sehingga lapangan pekerjaan tersebut diisi oleh banyak orang luar negeri.

Padahal menurutnya teknologi informasi adalah industri yang cocok berkembang di Bali disamping industri pariwisata. Hal ini lantaran teknologi informasi adalah industri yang tidak menghasilkan asap sehingga tidak mencermati lingkungan, namun memiliki potensi yang menjanjikan.

“Fenomena-fenomena inilah yang harus ditangkap oleh masyarakat dan pemangku kebijakan di Bali,” terangnya.

Reporter: Agus Pebriana