DIKSIMERDEKA.COM, PALU, SULTENG – Manajer Supply Chain dan Pelayanan Publik (SCP) Bulog Kanwil Sulawesi Tengah (Sulteng), Armin Bandjar menjelaskan, di tengah naiknya harga beras di pasaran, Bulog Sulteng terus rutin melaksanakan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“SPHP terus ditingkatkan, untuk harga beras Bulog tetap stabil,” kata Armin Bandjar, di Palu, Jumat (28/7/23).

Ia menegaskan, masyarakat Sulteng khususnya Kota Palu, tidak perlu risau dengan harga dan kesiapan stok beras bulog.

Baca juga :  Satgas Pangan Polri, Bapanas dan Kemendag Kunjungi Bulog Sulteng

“Harga dan stok beras Bulog untuk Sulteng siap dan secara nasional aman,” kata Armin Bandjar.

Armin menjelaskan, rencana pemerintah pusat memutuskan memperpanjang penyaluran bantuan pangan beras kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sampai akhir tahun 2023, Bulog siap melaksanakan perintah pusat.

Baca juga :  Harga Beras di Sulteng Masih Melonjak Sehari Jelang Natal, Beras Bulog Bukan Solusinya

“Kita tinggal tunggu perintah saja,” ungkap Armin.

Terpisah, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Celebes, Ahmad Dg Manessa mewanti-wanti para konsumen untuk lebih teliti dalam membeli beras kemasan.

Sebab, dipasaran ditemukan beras dengan kemasan ukuran 5 kg dijual dengan harga Rp 60 ribu hingga Rp 65 ribu, namun berat timbangannya tidak sesuai dengan apa yang tertera di dalam label kemasan.

Baca juga :  Bulog Sulteng Meriahkan 78 Tahun Kemerdekaan RI dengan Lomba Olahraga

“Permainan timbangan atau pengurangan takaran beras Ini bentuk Kecurangan, dan ini ditemukan di beberapa pedagang kecil,” kata Ahmad, Jumat (28/7/2023).

Ia menjelaskan, naiknya harga beras dipasaran, akan mempengaruhi daya beli masyarakat ekonomi menengah ke bawah dan berdampak pada angka kemiskinan yang bisa meningkat.

Reporter: Rahmad Nur