DIKSIMERDEKA.COM, KARANGANYAR, JATENG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan pembangunan bendungan Jlantah yang berada di Karanganyar, Jawa Tengah. Sampai bulan Juni 2023 pembangunan bendungan yang akan memiliki kapasitas tampung 10,97 m3 mencapai 65%.

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Adenan Rasyid mengatakan konstruksi bendungan didesain dengan tinggi 70 m (dari dasar sungai), panjang puncak 404 m, lebar puncak 12 m, dan elevasi puncak bendungan +690 m.

Lebih lanjut, Adean Rasyid mengatakan bendungan ini dibangun sejak Juli 2019 oleh PT Waskita Karya (Persero) dan PT Adhi Karya KSO dengan nilai kontrak sebesar Rp965 miliar. Dimana air bedungan akan bersumber dari aliran Sungai Jlantah dan Sungai Puru.

Baca juga :  Sejak 2015, Kementerian PUPR Rampungkan 18 Bendungan Baru di Nusantara

“Saat ini progresnya sudah sekitar 65%. Nantinya bendungan Jlantah akan mengairi 1.494 ha area persawahan di kawasan Jatipuro dan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar,” jelas Adenan.

Di samping sebagai sumber irigasi, bendungan Jlantah juga sebagai sumber air baku dengan kapasitas sebesar 150 liter/detik. Dan dapat mereduksi banjir sebesar 51,26%atau 70,33 m3/detik untuk Q50.

Baca juga :  PUPR Anggarkan Rp 3,29 T untuk Bedah Rumah 2023

“Kehadiran bendungan ini juga akan memberi manfaat untuk potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,625 mega watt (MW), serta untuk konservasi dan pariwisata di Kabupaten Karanganyar,” tutup Adenan.

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pada periode 2015-2025, Kementerian PUPR menargetkan penyelesaian pembangunan 61 bendungan yang akan meningkatkan suplai air irigasi premium dari semula 10,6% menjadi 19,3%.

“Pada tahun 2015 sampai dengan Februari 2023 telah diselesaikan pembangunan 36 bendungan baru yang menambah daerah irigasi produktif seluas 234.741 ha sebagai bagian dari peningkatan luasan jaringan irigasi 1,12 juta ha, dan rehabilitasi jaringan irigasi seluas 3,84 juta ha,” kata Menteri Basuki.

Baca juga :  Duplikasi Jembatan Krueng Peudada dan Tamiang Aceh Tuntas

Pada tahun 2023 ini Kementerian PUPR menargetkan penyelesaian pembangunan 13 bendungan lainnya yaitu Cipanas, Karian, Sepaku Semoi, Keureuto, Rukoh, Jlantah, Tiu Suntuk, Lausimeme, Sidan, Leuwikeris, Temef, Pamukkulu, dan Ameroro. Untuk bendungan Jlantah sendiri diperkirakan akan rampung pada akhir tahun 2023.

“Target untuk dapat diselesaikan pada akhir tahun 2023 mudah-mudahan dapat tercapai,” kata Menteri Basuki.