DIKSIMERDEKA.COM, BULELENG, BALI – Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster berharap pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali dapat mendorong Kebupaten Buleleng untuk mengejar ketertinggalan sehingga dapat menciptakan keseimbangan pembangunan di wilayah Bali.

Hal ini disampaikan Putri Koster dalam dialog interaktif yang disiarkan secara langsung oleh RRI Singaraja, Buleleng, Selasa (13/6/2023). Turut hadir juga sebagai narasumber Penjabat Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana, Koordinator Kelompok Ahli Pembangunan Provinsi Bali I Made Damriyasa, Pokli Pembangunan Provinsi Bali Bidang Infrastruktur Wayan Kastawan.

Pada kesempatan tersebut Putri Koster menjelaskan bahwa pembangunan Turyapada Tower dilatarbelakangi hambatan telekomunikasi yang dihadapi krama Buleleng. Posisi Buleleng yang berada di balik bukit menyebabkan wilayahnya susah menangkap siaran televisi.

Baca juga :  Putri Koster Dorong Peran Desa dalam Pengelolaan Sampah

“Karena itulah Bapak Gubernur berkomitmen untuk mencarikan solusi agar krama Buleleng tak lagi terkendala dalam pemenuhan informasi,” ujarnya.

Lebih jauh, Putri Koster mengingatkan agar krama Buleleng mempersiapkan diri dengan mengasah kemampuan agar nantinya bisa memetik manfaat lebih dari keberadaan Turyapada Tower. Sebab nantinya, tower itu akan dilengkapi dengan sarana penunjang seperti restoran dan sarana akomodasi yang tentunya diharapkan banyak menyerap tenaga kerja.

“Selain bermanfaat untuk membuka isolasi telekomunikasi, keberadaan tower ini juga akan membuka banyak lapangan pekerjaan. Untuk itu, siapkan diri sebaik mungkin agar tak hanya jadi penonton,” ucapnya.

Ia pun berharap keberadaan Turyapada Tower mampu mendorong Buleleng mengejar ketertinggalan sehingga keseimbangan wilayah Bali dapat segera terwujud. Untuk itu ia pun meminta agar masyarakat di sekitar tower tidak tergiur menjuall tanah seiring dengan perkembangan wilayah tersebut.

Baca juga :  Putri Koster Tekankan Peran Penting Guru PAUD Mendidik Anak Bangsa

“Wilayah sekitarnya pasti akan berkembang dan dilirik investor. Pesan ibu, jangan mudah menjual tanah. Lebih baik disewakan agar tetap menjadi hak milik sehingga masih bisa diwariskan kepada anak cucu,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Kelompok Ahli Pembangunan Provinsi Bali Damriyasa menjelaskan bahwa infrastruktur menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster.

“Salah satu infrastruktur yang tengah digarap adalah Turyapada Tower. Dibangun di Buleleng, karena wilayah ini masih mengalami blank spot dan jika tidak segera diatasi, masyarakatnya akan ketinggalan informasi,” imbuhnya.

Damriyasa menuturkan, pada rencana awal tower ini hanya dimanfaatkan sebagai pemancar, namun dalam pembahasannya berkembang hingga akhirnya dirancang memiliki multi fungsi.

Baca juga :  Turyapada Tower Mulai di Buka, Pengunjung Masih Dibatasi 60 Orang Per Hari

“Dari hasil diskusi dengan para akademisi, muncul ide untuk menjadikan tower ini sebagai daya tarik wisata sehingga mampu memberi dampak bagi perekonomian masyarakat Buleleng,” bebernya.

Dengan keistimewaan yang dimiliki, ia berkeyakinan Turyapada Tower akan menjadi kebanggaan Bali, khususnya masyarakat Buleleng. Ia berharap, krama Buleleng mulai mempersiapkan diri agar dapat merebut peluang kerja di Turyapada.

“Dari segi ketinggian, ini tidak kalah dengan sejumlah tower yang terkenal di berbagai negara. Tapi saya yakin tak ada yang selengkapTuryapada dengan sentuhan kearifan lokal. Coba cari di dunia, mana ada tower dengan konsep menyatu dengan alam dan kita bisa melihat tiga danau,” sebutnya.