DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon bersama Badan Kerjasama Antar Umat Beragama (BKSAUA) melakukan kunjungan kerja ke Kota Denpasar, Kamis (27/04/2023). Kunjungan kerja ini bertujuan untuk mengintip kehidupan kerukunan umat beragama di Kota Denpasar. 

Kunjungan diterima oleh Asisten I Administrasi Pemerintahan, I Made Toya  di Kantor Walikota Denpasar.  Rombongan Pemkot Tomohon yang dipimpin Asisten I Pemkot Tomohon, Drs. Octavianus D.S Mandagi mengapresiasi Pemerintah Kota Denpasar bersama Kantor Kementerian Agama  dan FKUB Kota Denpasar yang memberikan penyambutan yang sungguh luar biasa. 

Pada kesempatan tersebut, Asisten I Pemkot Tomohon, Drs. Octavianus D.S Mandagi  mengatakan sampai saat ini Pemerintah Kota Tomohon dan BKSAUA bersama FKUB dan Forkopimda selalu bersinergi.

Baca juga :  Jaya Negara-Arya Wibawa Ucapkan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2025

Lebih lanjut, ia mengatakan peran tokoh agama di Kota Tomohon sangat berpengaruh dalam proses pemerintahan yang ada di Kota sejuk Tomohon. Pihaknya pun tentu selalu memperhatikan semua denominasi gereja dan agama serta tentunya para tokoh-tokoh agama yang ada. 

Ia berharap semua tokoh agama di kota Tomohon dan diseluruh Indonesia terus membangun kerukunan yang ada sehingga akan terus tercipta kerukunan antar umat beragama di Indonesia. 

“Pemerintah dan BKSAUA Kota Tomohon tentu ingin belajar akan keberadaan kaitan dengan kerukunan antar umat beragama yang ada di Kota Denpasar. Disamping itu terkait dengan pembangunan kepariwisataan. Kami ingin mewujudkan Kota Tomohon menjadi kota destinasi wisata seperti Bali,” ujar Octavianus D.S Mandagi 

Baca juga :  Dubes Inggris Tawarkan Kerjasama Pariwisata dan Teknologi ke Pemkot Denpasar

Sementara itu, Asisten Administrasi Pemerintahan I Made Toya mengatakan pihaknya menyambut dengan penuh suka cita akan kunjungan dari Kota Tomohon. Menurutnya Kota Denpasar sama dengan Tomohon dimana kerukunannya sangat luar biasa. Tentunya kerukunan di Denpasar sampai saat ini tetap dibina dan dijaga. 

“Toleransi yang tinggi antar umat beragama menjadi syarat terciptanya situasi yang kondusif. Hal ini yang menjadi modal Kota Denpasar menjadi daerah pariwisata untuk mewujudkan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan,” ujarnya.

Baca juga :  HUT Ke-238, Denpasar Fokus Tuntaskan Sampah dan Perkuat Infrastruktur

I Made Toya menambahkan terciptanya toleransi yang tinggi harus diawali dengan sikap saling menghargai antar umat beragama. Kerjasama yang baik dengan FKUB, tokoh agama, dan Forkompinda.

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) memiliki peran strategis dalam mengelola keragaman dan merawat kerukunan di Indonesia. Oleh karenanya, FKUB perlu terus mensosialisasikan dan mempromosikan nilai-nilai moderasi beragama yang dapat mendorong kerukunan dan toleransi di antara berbagai elemen masyarakat.