Denpasar Raih Predikat Terbaik Survei IMDI
DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA – Kota Denpasar berhasil meraih predikat terbaik dalam Survei Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) tahun 2022. Denpasar dinilai mampu melakukan literasi digital kepada kelompok masyarakat sasaran khusus seperti kelompok rentan, perempuan, peserta dan tenaga pendidik.
Penghargaan ini diterima Kota Denpasar saat acara launching Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) tahun 2022 yang dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengambangan Sumber Daya Manusia Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, bertempat di Jakarta, Selasa (20/12/2022).
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfos) Kota Denpasar, IB Alit Adhi Merta mengatakan bahwa Dinas Kominfos secara berkelanjutan melakukan literasi digital ke sasaran-sasaran khusus seperti peserta didik dan tenaga pendidik SMP se-Kota Denpasar.
Selain itu literasi digital yang dilakukan Kota Denpasar juga menjangkau lansia dan kaum perempuan, di samping juga menyasar karang taruna/sekha teruna serta UMKM di desa/kelurahan.
“Secara berkelanjutan kita terus melakukan literasi digital, agar seluruh kalangan masyarakat dapat mengoptimalkan manfaat transformasi digital dan meminimalisir dampak negatifnya,” jelasnya.
Ia pun berharap dengan pemahaman digital yang baik, masyarakat Kota Denpasar akan mampu beraktivitas digital yang sehat, aman dan produktif serta membantu percepatan pemulihan pasca pandemi COVID-19.
Lebih lanjut, ia menjelaskan dalam aktivitas literasi digital, Dinas Kominfos menggandeng komunitas dan lembaga terkait untuk bergerak bersama. Diantaranya adalah Relawan Teknologi Informasi Komunikasi (RTIK) Provinsi Bali, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) termasuk melibatkan komunitas pegiat media digital.
“Sehingga target sasaran bisa lebih luas dan menjangkau berbagai kalangan,” ungkapnya didampingi Kabid Pengelolaan Komunikasi Publik Dewa Ngakan Ketut Rama Sanjaya.
Ia juga menambahkan bahwa selain menyasar masyarakat, pengembangan kompetensi digital juga dilakukan kepada SDM aparatur pemerintah melalui diklat-diklat yang bekerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Balitbang SDM Kominfos serta pihak swasta.
Pada kesempatan yang sama Kepala Puslitbang Aptika dan IKP Kemkominfo RI, Said Mirza Pahlevi menyatakan bahwa Indeks Manusia Digital Indonesia (IMDI) sebagai upaya pengembangan masyarakat digital turut dimandatkan pada kesepakatan pemimpin negara G20 dalam G20 Bali Leaders’ Declaration.
“IMD menjadi topik diskusi tingkat Menteri Ekonomi Digital Negara G20 dalam Chair’s Summary Digital Economy Ministers’ Meeting (DEMM) Presidensi G20 Indonesia tahun 2022 ini,” jelasnya.
Oleh karenanya pengembangan literasi dan keterampilan digital perlu didorong, khususnya untuk kelompok perempuan, kaum rentan, peserta didik, dan tenaga pendidik yang berorientasi pada pemulihan proses pembelajaran pasca pandemi COVID-19 dan pada konsep lifelong learning.
IMD sendiri merupakan indeks yang mengukur tingkat kompetensi dan keterampilan masyarakat dalam penggunaan teknologi digital pada kehidupan sehari-hari maupun pekerjaannya.
IMD bertujuan memberikan gambaran kondisi existing masyarakat digital Indonesia. Pengukuran IMD dilakukan pertama kali pada tahun 2022 dan dilaksanakan berbasis wilayah di 514 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.
Kegiatan ini menghadirkan secara luring kementerian dan lembaga terkait, Sekretaris Daerah dari 34 provinsi, Walikota/Bupati daerah yang memiliki MoU dengan Balitbang SDM Kementerian Kominfo, serta para mitra Balitbang SDM Kementerian Kominfo.

Tinggalkan Balasan