DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Dharmawati Puspayoga berharap gaung Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) di Bali dapat menjadi Inspirasi bagi provinsi lain. Untuk itu diperlukan support serta kolaborasi dari pemerintah daerah masing-masing.

Hal ini diungkapkan Bintang saat peringatan HUT WHDI XXXV yang bertajuk “Perempuan Berdaya Wujudkan Generasi Bebas Stunting, Cerdas dan Tangguh”, bertempat Ballroom The Vasini Smart Boutique Hotel Minggu (26/2/2023).

Pada kesempatan tersebut Bintang yang juga sekaligus menjabat sebagai Ketua WHDI Provinsi Bali mengatakan WHDI merupakan satu-satunya organisasi wanita Hindu yang diakui secara nasional. 

Lebih lanjut ia mengatakan, mengingat Bali merupakan mayoritas Agama Hindu diharapkan gaung WHDI di Bali bisa menjadi inspirasi WHDI di provinsi lain.

Untuk mencapai target tersebut serta mensukseskan visi misi WHDI, menurutnya perlu adanya kolaborasi dan support dari  pimpinan daerah masing-masing untuk bisa memberikan pendampingan kepada WHDI.

Baca juga :  Menteri PPPA: Anak-Anak Harus Diberikan Ruang Nyaman Bermain

“Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci, untuk itu harus ada support pimpinan daerah masing-masing untuk bisa memberikan pendampingan ke WHDI,” kata Bintang.

Pada kesempatan tersebut juga ia mengucapkan terima kasih kepada WHDI karena telah mensosialisasikan 5 isu prioritas Presiden Jokowi yang diberikan kepada Kementerian PPPA baik itu peningkatan kualitas perempuan di bidang kewirausahaan, kesetaraan gender, peranan ibu dalam pendidikan anak, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penurunan pekerjaan dan perkawinan anak. 

“Dari lima isu itu perempuan harus berdaya  secara ekonomi, karena setelah berdaya empat isu lainnya dapat diselesaikan,” ungkapnya.

Lebih jauh Bintang menjelaskan berdasarkan hasil dari penelitian Tim survey dari akademisi dan BPS pada tahun 2021 menunjukan angka kekerasan seksual adalah fenomena gunung es. 

Baca juga :  WHDI Diminta Perkuat Peran Perempuan Hindu dalam Pelestarian Budaya

Untuk itu Kementerian PPPA sejak tahun 2020 dalam peringatan hari perempuan nasional  pada tanggal 8 Maret, pihaknya melakukan sosialisasi dare to speak up harus berani bicara. 

“Selama kita menganggap isu kekerasan, KDRT, kekerasan seksual itu aib kasus yang sama akan terus berulang terjadi. Sehingga kita tidak bisa memberikan keadilan kepada korban dan efek jera kepada pelaku,” ucapnya.

Bintang juga menambahkan, kasus Stunting di Provinsi Bali bisa dikendalikan dan Bali urutan terakhir atau rangking terendah di seluruh Indonesia. Untuk itu hal ini harus dipertahankan dan Bali bisa mencapai angka zero angka stunting.

Dalam kesempatan itu Sekda Kota Denpasar IB Alit Wiradana yang turut hadir mengatakan Pemerintah Kota Denpasar siap berkolaborasi dan memberikan dukungan untuk mensukseskan program WHDI. Pasalnya WDHI sangat berperan penting dalam mensukseskan pembangunan di Kota Denpasar.

Baca juga :  Gubernur Koster Tekankan Peran Penting WHDI Jaga Adat dan Tradisi Bali

Alit Wiradana mengaku WHDI Kota Denpasar secara rutin memberikan pelatihan membuat banten sesuai sastra ke masyarakat. Pelatihan itu dilakukan dengan harapan mengurangi pengeluaran karena bisa dibuat sendiri.

“Secara tidak langsung telah mensukseskan program WHDI Provinsi Bali yakni perempuan berdaya  secara ekonomi,” ucapnya.

Sedangkan dalam menurunkan angka Stunting Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan telah melaksanakan berbagai kegiatan salah satunya secara rutin menyerahkan bantuan paket Pemberian Makanan Tambahan kepada balita, ibu hamil dan lansia, sosialisasi sunting ke masyarakat, pendampingan kesehatan dan lain sebagainya. 

“Dengan berbagai hal yang dilakukan diharapkan dapat menekan angka stunting di Kota Denpasar,” kata Ny. Sagung Antari Jaya Negara.