DIKSIMERDEKA.COM, GIANYAR, BALI Menjelang perayaan hari raya Nyepi, dan makin dekatnya perhelatan Pemilu Serentak 2024, aparat kepolisian mengimbau agar tidak membuat ogoh-ogoh yang menggambarkan tokoh politik atau partai tertentu.

“Sehubungan dengan perayaan hari raya Nyepi sudah dekat sehingga mengimbau agar tidak membuat ogoh-ogoh yang menggambarkan tokoh politik atau partai tertentu. Mengingat kegiatan hari raya Nyepi dan Pemilu 2024 jaraknya sangat dekat serta tetap jalin komunikasi dengan Polri dalam menciptakan situasi dan kondisi kamtibmas yang kondusif,” ungkap Bhabinkamtibmas Desa Singakerta Polsek Ubud, Aiptu I Made Widastra, Sabtu, (25/2/2023) pagi.

Baca juga :  MDA Tegaskan Tidak Ada Larangan Taruh Ogoh-Ogoh di Pinggir Jalan

Dia mengatakan Polri sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat, bertujuan agar terciptanya situasi kamtibmas yang aman khususnya di wilayah hukum Polsek Ubud, bertemu dan ngobrol santai bersama warga adalah sangat bermanfaat dan lebih tepat sasaran dalam menyampaikan pesan kamtibmas.

Baca juga :  ST Werdhi Mandala Buat Ogoh-Ogoh Kritik Sosial Pemburu Liar

“Dengan mengajak masyarakat untuk bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri, menyampaikan imbauan. Ikut bersama Polri mengamankan kegiatan perayaan hari raya Nyepi di Desa Singakerta agar kegiatan tersebut dapat berjalan aman ,tertib dan lancar,” imbuh Widastra.

Baca juga :  Politik di Indonesia Hari Ini Minim Gagasan

Kapolsek Ubud Kompol I Gusti Ngurah Yudistira ketika dikonfirmasi mengatakan wujud kedekatan polisi dengan masyarakat tidak hanya melalui sosialisasi, namun giat sambang atau door to door system.

“Ini merupakan kewajiban bhabinkamtibmas-nya selaku ujung tombak Polri untuk mendekatkan diri dengan warga sehingga terciptanya situasi yang aman dan kondusif,” tandas Yudistira.