DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALIWali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan pelaksanaan 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru sebagai langkah strategis yang dilakukan oleh Bapak Gubernur Bali, Wayan Koster telah terimplementasikan di Kota Denpasar melalui Bantuan Hibah Dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK), serta pembangunan infrastruktur lainnya.

Hal ini disampaikan Jaya Negara ketika menyambut kedatangan Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dalam rangka Kunjunga Kerja (Kunker) di Kota Denpasar, bertempat di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center, Selasa (21/2/2023).

Dalam sambutannya Jaya Negara mengatakan, Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada Pemerintah Kota Denpasar telah dimanfaatkan sebagai penopang dalam menjalankan pembangunan di berbagai sektor dalam kurun waktu dua tahun terakhir. 

Hal Ini meliputi sektor perekonomian, sektor teknologi informasi dan komunikasi, sektor kesehatan, sektor sosial kependudukan, sektor pendidikan, serta sebagai upaya melestarikan adat dan budaya Bali yang adiluhung.

Baca juga :  Mulai 7 Maret 2022, Wisman Masuk Bali Tak Perlu Karantina dan Bisa VOA

“Dengan Spirit Vasudhaiva Kutumbakam sinergi dan kolaborasi dukung pembangunan, serta dalam kesempatan yang baik ini, kami juga ingin mengucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur, yang telah memfasilitasi beberapa pembangunan infrastruktur di Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara.

Tidak lupa pada kesempatan tersebut juga Jaya Negara menyampaikan sinergi antara Pemerintah Kota Denpasar sebagai Ibukota Provinsi dengan Pemerintah Provinsi Bali telah terjalin dengan baik. Hal ini tercermin dari visi Kota Denpasar, yakni Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju. 

Dimana menurutnya secara tidak langsung merupakan bentuk pengejawantahan dari visi Pemerintah Provinsi Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru.

Baca juga :  Warga Bali Kaget, Malam-malam Didatangi Presiden Jokowi

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Koster menyampaikan bahwa bantuan hibah dan BKK harus digunakan dengan efektif, efisien dan tepat untuk kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. Ia juga mengatakan bahwa dana BKK akan terus ditingkatkan dari tahun ke tahun.

Lebih jauh Koster menyampaikan konsep pembangunan Bali kedepan bukan sekadar membangun, tapi membangun yang benar-benar menjawab dan memberikan manfaat bagi masyarakat sehingga pelaksanaannya harus didukung dengan Perda, Pergub dan SE Gubernur agar kebijakan berjalan lancar dengan kepastian yang berkelanjutan, serta menjadi pembangunan yang utuh untuk Bali secara keseluruhan.

Untuk diketahui, Pemprov Bali telah memberikan 23 bidang tanah dan 3 unit bangunan untuk penyelenggaraan Pemerintahan Kota Denpasar, 1 Bidang Tanah untuk Desa Adat Panjer serta 1 bidang tanah untuk desa adat Penatih Puri. 

Selain itu, juga Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada Pemkot Denpasar sebesar Rp. 3,74 Miliar, BKK kepada Pemerintah Desa se-Kota Denpasar untuk tambahan penghasilan Perbekel dan Perangkat Desa sebesar Rp. 2,15 Miliar, BKK kepada 35 Desa Adat se-Kota Denpasar sebesar Rp. 10,5 Miliar dan BKK kepada 35 Subak dan Subak Abian se-Kota Denpasar sebesar Rp. 350 Juta.

Baca juga :  Soal Tes Swab Masuk Bali, Gubernur Koster Tegaskan Kesehatan dan Keselamatan Adalah Prioritas Utama

Terakhir Koster pun menyampaikan apresiasi atas sinergi dari Pemkot Denpasar yang selalu mendukung kebijakan dan program-program dari Pemprov Bali. Mulai dari asset, BKK dan program-program dalam mendukung pembangunan di Kota Denpasar. 

Kedepan Koster berharap kerja sama dapat terus dipupuk dan ditingkatkan layaknya sebagai suatu instrumen yang kuat guna mewujudkan semua pembangunan di seluruh sektor. Tak hanya itu, pihaknya juga berencana merancang Master Plan Penataan dan pengembangan kota Denpasar yang berkelanjutan.