DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALIFounder atau pendiri Hapkido Indonesia Vincentius Yoyok Suryadi mengatakan Hapkido Bali berpotensi meraih medali di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Adapun tiga kategori yang dipertandingkan yakni bela diri praktis berpasangan yang menjadi inti dari Hapkido, lalu kedua pertarungan, bantingan, kuncian, tendangan dan sebagainya, lalu ketiga bermain tanpa pasangan atau main jurus.

“Ketiga kategori ini yang harus dilatih secara khusus untuk menghadapi pra PON dan PON nantinya,” ungkap Yoyok Suryadi di Denpasar, Senin (13/02/2023).

Perlu diketahui Hapkido merupakan olahraga beladiri yang berasal dari Korea. Kekuatan mereka dalam bertanding bergerak berdasarkan prinsip lingkaran yang memanfaatkan kekuatan lawan. Teknik – teknik dalam Hapkido antara lain meliputi pukulan, tendangan, kuncian, bantingan, jurus, serta latihan senjata.

Baca juga :  Awali Rangkaian Musyawarah dan Pelantikan, IMO Bali "Ngaturang" Pejati

Hapkido berisikan teknik pertarungan jarak dekat dan jarak panjang memanfaatkan tendangan sambil meloncat, serangan tangan, lemparan, kuncian, dan serangan pada titik jalan maupun titik saraf pada manusia.

Hapkido merupakan bela diri yang sangat menarik karena mencakup hampir semua jenis bela diri di dalamnya, Hapkido memiliki 3 prinsip yaitu Hwa (Harmonis), Won (Melingkar) dan Yu (Mengalir) yang mengartikan bahwa Hapkido adalah seni bela diri yang mengalirkan kekuatan lawan dan tidak melawan kekerasan dengan kekerasan.

Baca juga :  Buka Sanur Village Festival, Cok Ace Tegaskan Bali Aman Untuk Dikunjungi

Yoyok Suryadi mengungkapkan bahwa Hapkido sudah mulai dipertandingkan di dunia. Ia pun mengatakan bahwa Indonesia tidak mau tertinggal soal Hapkido. Diketahui Hapkido sudah berkembang dari 2013, 2014 dan sekarang sudah ada di 30 provinsi di Indonesia.

Sementara itu Ketua Umum KONI Bali I Gusti Ngurah Oka Darmawan menyebutkan bahwa Hapkido merupakan seni bela diri baru yang baru akan masuk kedalam KONI Bali.

“Dalam Rakerprov ini baru akan menjadi calon dan semoga bisa diterima oleh anggota-anggota KONI yang lain (Cabang olahraga), badan fungsional keolahragaan dan KONI kabupaten/Kota,” ujar Oka.

Ia juga mengharapkan dengan atlet Hapkido nantinya dapat menjadi kebanggaan bagi daerah terutama Provinsi Bali. Hapkido ini dipertandingkan di PON, kemudian kita akan mereview kembali cabang olahraga (cabor) mana saja yang kita akan berangkatkan ke Pra PON nantinya.

Baca juga :  TP PKK Provinsi Bali Gelar Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi di Kabupaten Karangasem

“Saya berharap master Yoyok dapat memberikan support ilmunya, ‘transfer of knowledge‘ nya kepada semua pelatih – pelatih yang ada seluruh Bali. Dan yang saya buat kaget adalah sudah terbentuknya kabupaten dan kota,” jelasnya.

“Saya percaya semua cabang olahraga memiliki ‘road map’ atau peta arah dalam memajukan dirinya sendiri, sampai kapan dia mampu mencapai apa yang sudah ditentukan ini,” pungkasnya.