DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALIGubernur Bali I Wayan Koster secara langsung menyambut kedatangan 210 wisatawan asal China di Bandara Ngurah Rai, Minggu (22/01/2023). Kedatangan wisatawan China diharapkan dapat menjadi angin segar kebangkitan pariwisata Bali. 

Seperti diketahui sebelum penyebaran pandemi Covid-19 jumlah kunjungan wisatawan asal China dengan wisatawan asal Australia secara bergantian menempati urutan pertama kunjungan ke Bali. 

Namun jumlah kunjungan wisatawan China mulai menurun seiring dengan pembatasan sosial dan kebijakan penutupan pintu negara akibat penyebaran Pandemi Covid-19. 

Pada kesempatan tersebut I Wayan Koster mengatakan dalam situasi normal pada tahun 2019 jumlah wisatawan asal China yang berkunjung ke Bali mencapai angka 1,2 juta. Sementara Australia mencapai 1,3 juta kunjungan wisatawan. 

Baca juga :  Bali dan Jepang Pererat Hubungan Kerja Sama di Berbagai Bidang

“Namun pada tahun-tahun sebelumnya lebih banyak wisatawan China dibandingkan wisatawan asal Australia,” terang Gubernur Koster dalam sesi Konferensi pers saat menyambut wisatawan asal China.

Menurutnya dengan dibukanya kedatangan wisatawan asal China akan menjadi momentum pemulihan ekonomi Bali. Ia pun mengatakan bahwa tingkat kunjungan wisatawan ke Bali pada tahun 2023 dapat mencapai angka 4,5 juta wisatawan.

“Pada tahun 2019 angka kunjungan 6,3 juta orang, pada tahun 2022 paska pandemi mulai bulan Juli mulai pulih meningkat bertahap sampai Desember mencapai 2 jutaan orang. Kira-kira baru mencapai 37 % dari situasi normal. Mudah-mudahan tahun ini mencapai 4,5 juta,” terangnya.

Baca juga :  Perguruan Tinggi Bali Dukung Program Satu Keluarga Satu Sarjana Gubernur Koster

Dalam rangka mencapai target kunjungan tersebut ia pun mengajak semua pihak untuk bekerja keras. Mulai dari pemerintah pusat, kementrian, lembaga, serta maskapai untuk dapat memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan yang berkunjung ke Bali. 

“Supaya apa yang kita sajikan menjadi bagian dari disalin kompetisi kita dalam percaturan pariwisata secara global,” ungkapnya.

Sementara itu Deputi Pemasaran Kemenparekraf RI Made Ayu Marthini mengatakan kedatangan wisatawan China akan lebih banyak lagi setelah Imlek. Hal ini lantaran pada tanggal 6 Februari  2023 pemerintah China akan melepaskan grup-grup wisata ke seluruh dunia salah satunya adalah Indonesia. 

Baca juga :  Kodam IX Udayana Mulai Stop Pakai Botol Kemasan Plastik di Bawah 1 Liter

“Seperti yang dikatakan Menteri Pariwisata disana (China) Indonesia adalah salah satu negara yang akan dituju. Dan seluruh Penerbangan yang sebelumnya mendapatkan izin akan dibuka kembali artinya sesudah Imlek akan lebih banyak lagi wisatawan,”  terangnya.

Berkaitan dengan aspek kesehatan mengingat kasus Covid-19 tengah meningkat di China, Made Ayu mengatakan bahwa Indonesia sudah siap menyambut para wisatawan asal China lantaran mempunyai protocol dan standar kesehatan, herd immunity serta vaksin booster

“Kami rasa kita sudah siap dan mempunyai pengalaman sebagaimana Pak Menteri katakan pengalaman mengenai covid-19, SOP, dan standarnya,” terangnya.