DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA – Lima orang terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi Gubernur Papua, Lukas Enembe dicegah bepergian keluar negeri oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kelima pihak tersebut diduga kuat mengetahui dugaan perbuatan suap dan gratifikasi Lukas Enembe. 

Kelimanya dilarang pergi ke luar negeri selama enam bulan ke depan. Untuk selanjutnya, KPK bakal segera menjadwalkan pemeriksaan terhadap kelima orang tersebut. KPK berharap kelima orang tersebut kooperatif. 

“Sebagai salah satu upaya agar pihak-pihak yang diduga terkait dengan perkara ini dapat kooperatif hadir memenuhi panggilan tim penyidik, maka KPK  melakukan tindakan cegah bepergian keluar negeri terhadap 5 orang,” kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (13/1/2023).

Baca juga :  Presiden Jokowi Tanggapi Penangkapan Lukas Enembe

Adapun keliam orang tersebut yakni, Istri Lukas Enembe, Yulce Wenda, seorang Ibu RT, Lusi Kusuma Dewi. Dua pihak swasta yang merupakan adik dan kakak, Dommy Yamamoto dan Jimmy Yamamoto; serta Presiden Direktur PT Rio De Gabriello atau Round De Globe (PT RDG Airlines), Gibbrael Issak. 

“Harapannya ketika dipanggil sebagai saksi, para saksi ini berada di dalam negeri sehingga memperlancar proses pemeriksaan sebagai saksi di hadapan penyidik KPK,” ujar Ali.

Baca juga :  Dinyatakan Sehat, Lukas Enembe Kembali Dijebloskan ke Penjara

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan Gubernur Papua Lukas Enembe (LE) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan infrastruktur. Lukas ditetapkan sebagai tersangka bersama Bos PT Tabi Bangun Papua (PT TBP), Rijatono Lakka (RL).

Lukas Enembe ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Sedangkan Rijatono ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Lukas diduga menerima suap sebesar Rp1 miliar dari Rijatono. Suap itu diberikan karena perusahaan Rijatono dimenangkan dalam sejumlah proyek pembangunan di Papua.

Sedikitnya, ada tiga proyek di Papua bernilai miliaran rupiah yang dimenangkan perusahaan Rijatono Lakka untuk digarap. Ketiga proyek tersebut yakni, proyek multi years peningkatan jalan Entrop-Hamadi dengan nilai proyek Rp14, 8 Miliar.

Baca juga :  Uang Suap Lukas Enembe Diduga Mengalir ke Pramugari Ini

Kemudian, proyek multi years rehab sarana dan prasarana penunjang PAUD Integrasi dengan nilai proyek Rp13,3 miliar. Selanjutnya, proyek multi years penataan lingkungan venue menembak outdoor AURI dengan nilai proyek Rp12,9 miliar.

KPK menduga Lukas Enembe juga menerima pemberian lain sebagai gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya hingga jumlahnya miliaran rupiah. Saat ini, KPK sedang mengusut dugaan penerimaan gratifikasi lainnya tersebut