Jumlah PMI Bali Meningkat Sepanjang Tahun 2022
DIKSIMERDEKA.CKM, DENPASAR, BALI – Jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang bekerja di luar Negeri mengalami peningkatan pada tahun 2022. Hal ini seiring dengan adanya kebijakan pelonggaran dan pemulihan ekonomi pasca dilanda Pandemi Covid-19.
Peningkatan tersebut tercermin dari data PT Ratu Oceania Bali yang mencatat pada tahun 2022 perusahaan memberangkatkan PMI sebanyak 4.800 orang. Angka tersebut mengalami kenaikan dari pada 2021 yaitu sebanyak 300 orang dan 2021 sebanyak 100 orang.
“Jadi terjadi peningkatan sangat signifikan di 2022 ini. Hal ini seiring dengan beberapa negara sudah melakukan pelonggaran dan membuka bolder untuk menerima PMI,” terang Direktur PT Ratu Oceania Bali, Nengah Yasa Adi Susanto, Jumat (30/12/2022).
Adi Susanto menjelaskan PMI asal Bali rata-rata bekerja di laut dan darat. Khusus dilaut bekerja di Kapal Pesiar. Sementara didarat bekerja di sektor perkebunan. Adapun tujuan negara untuk PMI asal Bali yang bekerja di darat kebanyakan adalah Polandia dan New Zealand.
“Kita bersyukur PT. Ratu Oceania Bali, sebagai meaning agen, kita ikut berpartisipasi mengentaskan kemiskinan, kemudian membantu masyarakat Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya. Jadi mereka bisa berangkat dan ini membawa multi player effect yg lumayan besar terutama di masyarakat kita.,” terangnya.
“Jadi orang-orang yang mereka berangkatkan itu pulang mereka membawa dolar, kemudian uangnya ditukar dalam bentuk rupiah, ini remitannya lumayan besar, kemudian mereka membelanjakan uangnya, ada yang mebangun, ada yg membuat usaha, nah itu yang saya maksud multiplier effectnya banyak,” ungkapnya.
Berkaitan dengan keamanan PMI, Adi Susanto menjelaskan bahwa keamanan untuk PMI yang bekerja di kapal pesiar sangat aman. Hal ini karena para pekerja sudah tercover oleh asuransi dan safety.
“Kalau dikapal itu mereka terikat dengan aturan yaitu MLC atau Maritime Labour Convention dan Internasional Maritime Organization. Jadinya aman sebetulnya sangat aman bekerja di kapal itu,” terangnya.
Oleh karena itulah, seiring dengan pemulihan dan pelonggaran di sejumlah negara, Adi Susanto melalui PT Ratu Oceania Bali menargetkan bisa memberangkatkan sekitar 6000 PMI asal Bali pada tahun 2023.
“Di tahun 2023 kita menargetkan memberangkatkan kurang lebih sekitar 6 ribu orang, target kami new haiyer dan rehaiyer crew. Mudah2an target itu tercapai, karena kalau target itu tercapai artinya lebih banyak org yang bisa kita bantu,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan