DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI Purwantara menyelenggarakan seminar ekonomi untuk memberikan literasi mengenai digitalisasi usaha bagi UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dalam rangka mempercepat pertumbuhan dan perkembangan usaha pascapandemi Covid 19. 

Seminar yang bertajuk “Kenal Ekonomi Digital Untuk Pengusaha Muda Mandiri Dan Kreatif” itu dihadiri sekitar 20 peserta dan 3 orang narasumber, bertempat di Wisthara Family Cafe, Denpasar, Minggu (10/12/2022). 

Rama Yurindra dari Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) menjelaskan, ekonomi digital memiliki peran penting dalam mempercepat pemulihan ekonomi para pelaku UMKM karena digitalisasi akan memberikan akses ke pasar yang lebih luas.

Menurutnya, Indonesia sebagai sebuah negara besar dan memiliki jumlah penduduk terbesar nomor empat di dunia merupakan modal berharga bagi para pelaku UMKM.

Baca juga :  Pasar Rakyat PKK Bali Libatkan 138 UMKM, Gerakan Belanja dan Berbagi Bantu Ratusan Warga

“Kalau kita bicara posisi Indonesia sangat strategis, kenapa? Karena saat ini, kalau kita lihat di negara-negara Asean sendiri, Indonesia adalah pencetak unicorn-unicorn Asia yang besar. Kita lihat gojek, ada grab, hari ini kalau tidak salah unicorn kita lebih dari 5, itu terbesar di Asia Tenggara saat ini,” jelas Rama.

Untuk itu ia pun berharap kedepan para pelaku UMKM Indonesia bisa mengambil momentum tersebut dan  tidak hanya menjadi pasar saja, melainkan juga bisa berperan aktif sebagai produsen.

“Kami disini di industri fintech itu harusnya bisa memberikan solusi permodalan bagi pelaku usaha kecil, dan saat ini agak susah mengakses pendanaan secara perbankan mungkin dengan syarat yang macam-macam nah ini teman-teman di industri fintech bisa memperkecil gap untuk pendanaan UMKM,” ujarnya.

Baca juga :  Presiden Harap UMKM Naik Kelas Melalui Kemitraan dengan Usaha Besar

Sementara itu,  CEO Purwantara, Tyas Utomo, menerangkan fintech  merupakan media yang memudahkan kita semua, serta mampu meningkatkan kapasitas penggunanya.

“Fintech saya perhatikan bisa membuatnya menjadi mudah, tapi karena mudah semua orang bisa melakukan, nah jadi kita harus selalu mencari apa kelebihan kita sehingga kita bisa dicari orang,” kata Utomo.

Lebih lanjut, Ihin Solihin dari PT USSI Dewata Teknologi menjelaskan, pihaknya sejauh ini berfokus dalam  mengembangkan lembaga keuangan mikro. 

Hal tersebut ia lakukan lantaran di pedesaan masih banyak masyarakat yang belum memiliki rekening bank, sehingga mengalami kendala dalam aktivitas transaksi.

Baca juga :  Sekda Bali Ajak Semua Pihak Perhatikan UMKM dan Koperasi

“Kita ngomongin di mikro itu, ternyata di desa-desa, di koperasi, di LPD (lembaga perkreditan desa) itu tidak semuanya orang punya rekening bank, bahkan dalam satu keluarga tidak punya rekening di bank,” ujar Solihin.

Ketika tahun 2014/2015, kata Solihin, menjadi puncak dari “digital disruption” terdapat kekacauan karena digital ini, terjadi perubahan dari mulai pola bisnis, model bisnis, sampai cara interaksi sosial, ditambah lagi munculnya pandemi Covid-19 di akhir 2019. 

“Jadi banyak warung-warung  yang tutup, banyak juga toko online yang buka, nah itu kenapa kita sekarang konsentrasi di lembaga keuangan mikro, bagaimana membangun ekosistem di lembaga keuangan mikro itu sendiri” paparnya.