DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALIGlobal Youth Conference (GYC) on Sustainable Development Goals ke-3 tahun 2022 akan membicarakan empat topik utama yaitu Climate Action, Food Sovereignty, Zero Waste And Public Health, dan Sustainability In Ocean

Kegiatan konferensi yang direncanakan dibuka oleh Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Artha Ardana Sukawati, akan diikuti oleh ratusan kelompok muda dari seluruh Indonesia dilaksanakan secara daring pada tanggal 26-27 November 2022.

Dalam kegiatan tersebut akan  menghadirkan 4 sesi panel dengan beragam pembicara yang memiliki konsen tersendiri di bidang masing-masing. 

Akhadi Wira Satriaji atau Kaka, vokalis dari Grup Band terkenal SLANK yang juga dikenal sebagai pecinta laut akan meramaikan panel tentang Reintroduction Of Ocean SDGs. 

Disamping itu Musisi Rock asal Bali, Robi Navicula juga akan mengisi panggung konferensi. Turut hadir sebagai Keynote Speakers, Suzy Hutomo dari The Body Shop Indonesia

Tidak hanya pembicara lain dari musisi, public ambassador, jurnalis ataupun industry experts lainnya juga akan meramaikan euforia ketiga pelaksanaan GYC On SDGs di tahun ini. 

Chairman of GYC Committee 2022, Patricia Tanjaya, mengatakan empat topik yang akan dibahas dalam konferensi berangkat dari hasil konferensi kecil yang sudah dilakukan sejak awal tahun di sejumlah daerah seperti di Bali, Lamongan, dan Riau. 

Menurutnya topik-topik ini sangat berkaitan dengan masa depan pemuda. Untuk itu tambahnya, anak muda harus mulai menyadari soal lingkungan lantaran ini menyangkut bagaimana kehidupan pemuda kedepan

“Jumlah kaum muda yang signifikan di seluruh Indonesia namun belum terdengar gaung aksinya hingga ke strata tinggi pemerintahan menjadi fokus perhatian kami,” ungakapnya saat memberi keterangan pers di Kubu Kopi, Denpasar, Selasa (21/11/2022).

“Dari hasil diskusi bersama dengan teman-teman BAPPEDA Bali pada saat mini conference (konferensi kecil) berlangsung dan ya memang walau banyak aksi anak muda yang bergerak di bidang serupa tapi suaranya minim terdengar sampai ke pemerintahan,” tembahnya.

Ia pun berharap GYC mampu menjembatani antara kaum muda dengan pihak pemangku kepentingan lainnya sehingga ada dukungan yang bisa didapatkan. 

“Harapannya juga karena kami ingin kaum muda yang bersinar sebagai aktor utama pembawa perubahan sehingga mampu menghapus stigma bahwa anak muda tidak peduli dengan isu global,” tutur Patricia.

Sementara itu, salah anggota GYC, Ari mengatakan bahwa tujuan mengangkat topik-topik tersebut dalam rangka menggaungkan agar dapat terdengar oleh pihak-pihak terkait seperti pemerintah dan stakeholder lainnya.

Khususnya topik “Zero Waste and Public Health“, Ari mengatakan bahwa kebanyakan anak muda sejauh ini menilai tentang sampah hanya cukup untuk dibersihkan saja. Entah nantinya dikumpulkan pada satu tempat lalu kemudian dibakar. 

“Kita tahu asap sampah sangat berbahaya sekali. Oleh karena itu kita mau angkat  topik bagaimana anak muda bisa berinovasi  yang bisa mengurangi sampah plastik karena ada urgensi yaitu tidak hanya bersih tapi kesehatan,” terangnya.