DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung, IGAN Rai Surya Wijaya, mengaku optimis Pariwisata Bali akan pulih pada tahun 2023 jika penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Bali berjalan dengan sukses. 

Menurutnya, kesuksesan KTT G-20 akan berdampak pada perkembangan pariwisata Bali dan Indonesia umumnya, sehingga ketika KTT G-20 ini berhasil terlaksana dengan aman dan nyaman maka pada tahun 2023 pariwisata Bali akan pulih atau normal kembali. 

“Ini (KTT G-20) kan promosi gratis. Bayangkan saja ini kan sudah ratusan wartawan yang sudah datang dari luar negeri. Belum media lokal dan nasional. Media lokal juga ratusan dan media nasional Kita yang juga akan mengcover. Jika ini berhasil tentu ajang promosi bagi Bali,” ujarnya saat ditemui di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali, senin (7/11/2022). 

Baca juga :  Badung Catat Skor 4,21, Jadi Kabupaten dengan IDSD 2025 Tertinggi Versi BRIN

Lebih lanjut, ia menerangkan kendati nanti penyelenggaraan KTT G-20 sudah selesai di Bali. Ia optimistis bahwa tingkat kunjungan wisatawan ke Bali akan lebih banyak. Hal ini lantaran Bali menjadi tempat destinasi wisata populer dunia dan selalu menempati posisi pertama. 

“Kalau Saya prediksi dari 7,5 penduduk duniaa. Kan yang kaya minimal 20 persen. Nah 20 persen ini berapa juta tu ? Masa sih cari 4-5 juta kita tidak dapat. Apalagi Bali selalu rangking pertama jadi tujuan destinasi wisata Dunia,” katanya. 

Baca juga :  Buka Rakerprov IMI, Wagub Bali Harapkan Kreativitas dan Soliditas Membangun Pariwisata Berkelanjutan

Untuk itu, ia pun menargetkan pada tahun 2023 nanti tingkat kunjungan wisatawan ke Bali mencapai dua kali lipat dari tingkat kunjungan tahun 2022. Dimana tingkat kunjungan wisatawan tahun 2022 diprediksi sampai akhir tahun sebesar 1,5 juta-2 juta. 

Melalui tingkat kunjungan yang naik ini dan dibarengi dengan tingkat hunian hotel, ia pun menyakini akan terjadi penyerapan tenaga kerja. Sebagai contoh 24 hotel yang ditunjuk sebagai tempat untuk menginap para Delegasi G-20 akan mempekerjakan sekitar 30.000 pekerja

“Untuk di 24 hotel tersebut mungkin sekitar 30 ribu SDM yang akan dikerjakan. Untuk gaji full jika tadinya 50-75 persen. Tapi untuk (KTT G-20) full ditambah dengan insentif atau service chat yang dilakukan,” sebutnya. 

Baca juga :  Wagub Cok Ace Inginkan Format Kepariwisataan yang Mengedepankan Manusia dan Alam Bali yang Berbudaya

Berdasarkan rilis Pusat Badan Statistik yang dikeluarkan pada 1 November 2022 menunjukan bahwa pada periode Januari-September 2022, tercatat sebanyak 1.185.829 kunjungan wisman yang datang langsung ke Bali.  

Sementara, Wisatawan mancanegara (wisman) yang datang langsung ke Provinsi Bali pada bulan September 2022 tercatat sebanyak 291.162 kunjungan, naik 5,24 persen dibandingkan periode bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 276.659 kunjungan. 

Dimana wisatawan yang berasal dari Australia mendominasi kedatangan wisman ke Bali di bulan September 2022 dengan share sebesar 29,56 persen.