DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan dalam waktu dekat BBM tidak akan mengalami penyesuaian harga.

Penyebabnya, harga BBM dipengaruhi oleh sejumlah faktor hal,  seperti  harga minyak dan  perekonomian global.

Hal tersebut disampaikan Arifin melalui keterangan tertulisnya, Jumat (21/10/2022).

“Harga BBM ini sangat dipengaruhi oleh situasi global yang penuh ketidakpastian, serta berdampak pada harga minyak dunia,” kata Arifin.

Baca juga :  Harga BBM Naik, Guru Besar UGM Warning Nelayan Bisa Tumbang

Beberapa waktu lalu harga minyak sempat turun ke US$84 per barel, namun naik lagi ke US$94 per barel, dan kini sempat turun lagi.

Semakin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ini bisa berpengaruh terhadap harga jual BBM di dalam negeri.

Baca juga :  Dirjen IKP: Subsidi BBM Tidak Tepat Sasaran, Dinikmati Orang Kaya

Menurut Arifin, untuk  mengantisipasi lonjakan harga minyak dunia sekaligus tertekannya nilai tukar rupiah maka harus dilakukan  konversi energi. 

Sebelumnya, harga BBM jenis Pertalite telah disesuaikan sebesar Rp10.000 per liter sejak 3 September 2022 dari Rp7.650 per liter.

Baca juga :  Gus Rivqy Dorong Pengiriman BBM Jember Lewat Kereta, Pertamina dan KAI Siap Dukung Penuh

Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 awal, harga minyak mentah Indonesia (ICP) dipatok senilai US$63 per barel, kemudian diubah menjadi US$100 per barel.

Saat ini, harga minyak cenderung menurun di bawah US$100 per barel, namun masih berada pada posisi tinggi di kisaran US$90 per barel. (*/sin)