DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALIKenaikan harga tiket pesawat terbang tujuan Bali dinilai turut mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Kendati pengaruhnya tidak signifikan, jika tidak segera diatasi maka pemulihan ekonomi Bali pasca Pandemi Covid-19 dinilai akan terganggu. 

Terkait kondisi ini, Ekonom Bali sekaligus akademisi Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Bali, Prof IB Raja Suardana mengatakan pemerintah harus segera merespon kenaikan harga tiket ini.  

Menurutnya, jika harga tiket masih melambung tinggi akan berpotensi mengganggu atau memperlambat pemulihan ekonomi Bali. Ini lantaran ekonomi Bali masih ditopang oleh sektor tersier, salah satunya disumbangkan dari sektor Pariwisata. 

Baca juga :  Kemenhub Akan Stabilkan Harga Tiket Pesawat

“Tiket merupakan salah satu infrastruktur atau alat untuk orang agar bisa berkunjung. Sekarang harganya mahal. Contoh dari Mataram ke Bali itu sebesar 1,1 juta, sementara ke Jakarta 1,7 juta. Nah, dengan mahalnya harga tiket ini tentu akan mempengaruhi mobilitas keinginan orang untuk bepergian,” terang IB Raka Suardana, Jumat (24/09).

Lebih lanjut, IB Raka Suardana menjelaskan, industri pariwisata sangat erat pengaruhnya dengan mobilitas. Ketika mobilitas ini terganggu dimana salah satunya disebabkan oleh harga tiket yang mahal tentu akan berakibat pada melambatnya industri pariwisata dan pada gilirannya mempengaruhi pemulihan ekonomi. 

Baca juga :  Gubernur Koster Minta Menhub Turunkan Harga Tiket Pesawat

Oleh karena itu, menurut IB Raka Suardana, salah satu solusi yang dapat diambil untuk menekan harga tiket adalah penambahan air lines atau armada pesawat yang datang ke Bali. Disamping itu, untuk mempercepat pemulihan ekonomi Bali menurutnya juga harus meningkatkan ekspor. 

“Data terakhir secara years to years ekspor Bali menunjukan peningkatan. Ini kabar yang bagus. Dengan tingkat ekspor Kita yang meningkat ini setidaknya akan tetap bisa melakukan pemulihan ekonomi Bali,” terang IB Raka Suardana.

Baca juga :  Menhub Sidak Bandara Soetta: Diskon Tiket Pesawat Lebaran Tembus 20 Persen, Mudik Udara Aman Terkendali

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel Republik Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung, Rai Suryawijaya mengatakan, tingkat hunian hotel di Bali saat ini sudah mencapai sekitar 65 persen, dan akan bertambah seiring kedatangan delegasi KTT G20 pada bulan November mendatang. 

Dan dalam rangka merespon kenaikan harga tiket pesawat ini, Rai Suryawijaya mengatakan Gubernur Bali sudah melakukan koordinasi dengan Menteri Perhubungan untuk menurunkan harga tiket pesawat terbang dengan tujuan Bali. (gus)