DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun mengungkapkan ada 23 hotel yang akan dipakai oleh delegasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 pada bulan November 2022 nanti. 

23 hotel yang dimaksud diantaranya berada di daerah Nusa Dua (13 Hotel), Tanjung Benoa (1 Hotel), Jimbaran (5 Hotel), Sanur (2 Hotel), Seminyak (1 hotel), dan Uluwatu (1 Hotel). 

“Sesuai dengan list yang disampaikan pemerintah pusat, ada 23 Hotel yang akan dipakai oleh delegasi untuk G-20 nanti,” terang Tjok Bagus Pemayun, Rabu (24/08/2022).

Baca juga :  Jadi Tuan Rumah Puncak KTT G20, Kemendagri Dorong Percepatan Penanganan Sampah di Bali

Tjok Bagus mengatakan 23 hotel tersebut sudah siap menyambut para delegasi G-20. Ini ditandai dengan telah memiliki atau mengantongi sertifikat Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability atau CHSE.  

Sementara itu, terkait dengan kesiapan akomodasi dan objek daya tarik wisata, ia menjelaskan bahwa pemerintah provinsi Bali dan OPD terkait sudah melakukan pengecekan persiapan fasilitas.

“Kami mengecek mulai mangrovenya apakah sudah siap dari sisi fasilitas, kemudian kita sudah mengecek persimpangan Dewa Ruci, kemudian juga mengecek bundaran bandara, termasuk juga kita mengecek VVIP yang ada di Bandara Ngurah Rai,” terang Tjok Bagus Pemayun

Baca juga :  Presiden Jokowi Tinjau Infrastruktur Akses Menuju Lokasi KTT G20

Khusus di kawasan ITDC Nusa Dua, Tjok Bagus Pemayun mengungkapkan, pemerintah juga melakukan pengecekan terkait dengan daya pengisian listrik. Hal ini mengingat nanti delegasi KTT G-20 akan menggunakan mobil listrik.   

Disamping itu, pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan dinas pariwisata kabupaten/kota untuk mempersiapkan objek daya tarik wisata di daerahnya masing-masing. 

Baca juga :  MUI Bali: Umat Muslim Siap Jaga Kelancaran G20

“Kita mengeluarkan Protokol Tatanan Kehidupan Baru (PTKIB) untuk daya tarik wisata. Dari segi kesiapan teman-teman kabupaten/kota siap saja. Karena memang ini bagian dari upaya kita menunjukan kepada dunia bahwa Bali siap dikunjungi,” terangnya

Terkait jumlah daya tarik wisata yang akan dikunjungi para delegasi, Tjok Bagus Pemayun mengatakan sampai saat ini belum pasti. Tapi pihaknya akan menyiapkan sekaligus menawarkan daya tarik wisata kepada delegasi yang ingin dikunjungi. (gus/dhy)