Siap Ikut Pemilu 2024, Prima Bali Akan Soroti Isu Pertanian
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Adil Makmur (DPW Prima) Provinsi Bali siap menyambut Pemilu serentak 2024. Isu pertanian meliputi ketidakadilan akses bantuan sosial dan pemangkasan rantai distribusi hasil pertanian akan menjadi sorotan.
Wakil Sekretaris Wilayah Partai Prima Bali, Jonathan Kevin mengungkapkan bahwa Partai Prima telah menyelesaikan pendaftaran dan melengkapi segala kebutuhan administrasi, serta tinggal menunggu verifikasi secara administrasi dan faktual.
“Secara administrasi semua sudah selesai. Tinggal kami selesaikan teknisnya yakni verifikasi faktual. Kita telah mempersiapkan roda-roda struktur kita di kecamatan dan kabupaten/kota di Bali untuk terlibat aktif,” ujar Jonathan Kevin ditemui di Denpasar, Sabtu (06/08/2022).
Diketahui di Provinsi Bali, Partai Prima sudah terbentuk di delapan kabupaten/kota diantaranya Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota (DPK) Prima Denpasar, Badung, Gianyar, Klungkung, Karangasem, Bangli, Buleleng, dan Jembrana.
Kevin menambahkan, Partai Prima Bali akan menyasar kelompok petani, peternak, pemuda-pemudi, aktivitis, serta kelompok-kelompok yang saluran politiknya tidak pernah terpuaskan selama ini, sebagai kelompok yang menjadi segmen pemilih partai.
“Kita membuka diri, kita adalah partai rakyat biasa, nanti dalam AD/ART ada namanya Majelis Rakyat Adil Makmur, untuk ormas, komunitas, maupun apapun dia, bisa masuk ke kita dan tidak hanya jadi anggota biasa. Mereka bisa masuk dan punya hak menyampaikan suara,” terangnya.
Lebih lanjut, Kevin menyampaikan, pada Pemilu 2024 nanti, Partai Prima Bali akan menyoroti isu pertanian sebagai bahan Kampanye. Hal ini lantaran Bali memiliki potensi yang besar pada bidang pertanian.
“Ada beberapa hal yang akan kami angkat terkait sektor pertanian. Pertama, adalah bagaimana penyaluran bantuan sosial kepada petani sering sekali dijumpai praktik tebang pilih. Biasanya siapa kenal, siapa dekat, dia yang dapat, sehingga terjadi ketidakadilan distribusi bantuan sosial,” ucapnya.
Selain itu, menurut Jonathan Kevin, Prima Bali juga akan menyoroti terkait pemangkasan rantai distribusi yang panjang dan selama ini telah membuat petani atau peternak mengalami kerugian
“Petani/peternak sering dipermainkan oleh tengkulak, misalnya contoh, pasar Babi terbesar ada di Jakarta. Tengkulak yang datang ke Bali dan ngomong bahwa harga di Jakarta turun sehingga dia murah membeli di Bali. Sedangkan di Jakarta tengkulak bilang babi stoknya sedikit jadi harganya mahal, jadi tengkulak dapat selisih yang banyak,” ungkap Kevin.
Untuk itulah, diperlukan kehadiran negara dalam rangka memecahkan rantai tengkulak tersebut. Menurut Prima Bali, petani dan peternak membutuhkan pasar yang memadai untuk menyerap hasil tani mereka.
“Biasanya petani dilepas liarkan, mereka mendapatkan bantuan pemerintah, tapi tidak dipikirkan kemana kira-kira hasil tani mereka, dimana pasar yang bisa menyerapnya,” katanya.
Dengan hadirnya Prima di DPRD Provinsi Bali atau tingkat Kabupaten Kota se-Bali nanti, dapat menjadi alat bagi rakyat biasa untuk menyampaikan segala macam persoalan dan aspirasinya dari dalam parlemen.
Ia pun mengajak masyarakat luas, khususnya di Bali, untuk sama-sama membangun Prima. Selain itu, pihaknya pun juga tengah membuat posko bantuan hukum yang bisa diakses oleh masyarakat. “Disetiap sekretariat kita membuka posko bantuan dan konsultasi hukum, ada advokasi kerakyatan juga kita adakan,” tandasnya. (Gus)

Tinggalkan Balasan