DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS), Prof Dr IB Raka Suardana SE, MM, mengatakan pemerintah provinsi Bali harus terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Bali. 

Hal ini setelah Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, pada Jumat (05/08/2022), mencatatkan pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan II-2022 mengalami peningkatan sebesar 7,38 persen, jika dibandingkan triwulan I-2022.

Raka Suardana, mengatakan, pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan II, tidak terlepas dari mobilitas sosial yang sudah membaik seiring dengan kesuksesan menangani pandemi Covid-19. 

“Pariwisata sebagai penopang ekonomi Bali, adalah industri yang sangat berkaitan dengan mobilitas. Sehingga ketika mobilitas ini seiring membaik, maka ekonomi Bali pasti akan tumbuh,” terang IB Raka Suardana

Baca juga :  Wagub Giri Prasta: UMKM Bali Harus Adaptif dan Berdaya Saing Global

Lebih lanjut, menurut Raka Suardana, pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan II sebesar 7,38 persen secara q to q merupakan satu hal yang wajar dan realistis. Hal ini lantaran dalam tiga bulan terakhir pergerakan atau mobilitas orang mulai masif

“Kita tau tamu domestik sudah datang banyak sekali untuk jalan-jalan, lalu pesawat yang datang ke Bali sudah mulai cukup banyak. Artinya, tamu domestic dan asing memberikan pengaruh dan efek kepada geliat ekonomi Bali ,” terang IB Raka Suardana

Baca juga :  Geliatkan Ekonomi di Tengah Pandemi, Bali Ekspor 12 ton Bawang Merah ke Singapura

Disamping itu, gegap gempitanya pelaksanaan dan persiapan KTT G-20 di Bali serta beberapa event yang mengiringinya, juga telah menguntungkan situasi pertumbuhan ekonomi Bali.  

Untuk itu, menurut Raka Suardana, penting bagi pemerintah dan stakeholder terkait untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Bali. 

“Jangan sampai kita lengah atau terlena. Pemerintah dan masyarakat harus hati-hati, bagaimanapun Bali sangat membutuhkan datangnya wisatawan karena kontribusi tersier atau jasa itu hampir 68,26 persen,” terang IB Raka Suardana

Baca juga :  Tantangan Ekonomi Bali ke Depan Semakin Berat, Ini Kata Pengamat

Menurutnya, respon cepat pemerintah dan stakeholder terkait untuk menangani masalah seperti ketika ada kasus pandemi Covid-19 sangat dibutuhkan. Selain itu, pelayanan di tempat wisata yang aman dan nyaman juga harus tetap ditingkatkan. 

“kita juga tidak memberitakan secara massif yang menakutkan untuk Bali. pesan saya bagi penyelenggara jasa terutama di airport, jangan sampai terulang lagi orang ngantri berjam-jam. ini sangat berdampak karena diviralkan di dunia luar,” tegasnya.

Jika momentum ini dapat dijaga, maka menurutnya, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2022 optimistis akan kembali tumbuh. (Gus)