DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Seluruh stakeholder Pemerintah Provinsi Bali, khususnya Pariwisata, diharapkan dapat proaktif mensosialisasikan kehadiran aplikasi perlindungan alam danĀ  budaya Bali, “LoveBali”.

“Wisatawan yang hadir saat peluncuran (aplikasi LoveBali) menyambut baik dan mereka langsung memberikan kontribusi melalui aplikasi ini.”

“Untuk itu, saya meminta para pelaku pariwisata di Bali dapat ikut mensosialisasikan kepada para tamunya, sebagai upaya kemajuan pariwisata Bali pasca pandemi Covid-19,” ujar salah satu kelompok ahli Gubernur Bali bidang pariwisata, Sugeng Pramono, Selasa (3/08/2022).

Baca juga :  Sektor Pariwisata Bali Turun, APBN Dukung Melalui Transfer Daerah

Lebih lanjut, dirinya juga menerangkan, bahwa Program ini sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang memiliki semangat untuk menjaga lingkungan alam dan budaya Bali.

Program ini dinilai sangat baik untuk pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism). Agar implementasi ini berjalan secara optimal perlu dukungan semua komponen stakeholder Pariwisata Bali.

Baca juga :  Cok Ace Paparkan New Normal MICE, Menparekraf Optimis Bali Segera Bangkit

Semua pihak harus bersama-sama mensosialisasikan secara masif kepada wisatawan ataupun whole sales (partner kerja nya di luar negeri) dan tamu masih stay di hotel, baik yang dihandle Travel agent, pemandu wisata maupun Airline. 

“Harapan kami perda ini bisa berjalan dengan baik, sehingga Pemprov Bali dapat menjaga kelestarian alam dan budaya untuk Pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan kedepannya,” tutupnya. 

Baca juga :  BBTF ke-8, Cok Ace Paparkan Rencana Baru Kepariwisataan Bali

Seperti diketahui, aplikasi “LoveBali” diluncurkan oleh Gubernur Wayan Koster, pada (29/7/2022). 

Aplikasi ini merupakan perwujudan pemberlakuan kontribusi wisatawan mancanegara yang datang ke Bali untuk perlindungan lingkungan alam dan budaya sesuai dengan Perda Bali Nomor 1 tahun 2020.