Pura Terkena Longsor di Tabanan Menuai Perhatian, Tiga Tokoh Salurkan Bantuan
Penyaluran bantuan di Pura Rentaja, Banjar Pemanis, Desa Biaung, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali pada Selasa (26/05). (Foto: istimewa)
DIKSIMERSEKA.COM, TABANAN, BALI – Kondisi salah satu pùra di Tabanan uang mengalami longsor, mendapat perhatian. Salah satu pengusaha sukses asal Kabupaten Buleleng Bali, Gusti Ngurah Anom atau yang lebih dikenal dengan nama Ajik Krisna tergerak hatinya membantu.
Bersama I Made Mariata, pimpinan Garda Group Bali dan Ketut Ismaya, Ketua Yayasan Kesatria Keris Bali mendatangi Pura Rentaja, Banjar Pemanis, Desa Biaung, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali pada Selasa (26/05).
Kehadiran Ajik Krisna, Made Mariata dan Ketut Ismaya Jaya di Pura tersebut guna memberikan bantuan untuk perbaikan tembok penyangga Pura yang longsor pada Februari 2022 lalu. Pura Rentaja saat ini memiliki Pengempon sebanyak 9 Kepala Keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Ajik Krisna memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 20 juta rupiah untuk biaya perbaikan tembok penyangga Pura Rentaja.
“Bantuan ini spontanitas, tidak ada paksaan. Murni tulus membantu krama disini memperbaiki senderan Pura yang longsor,” kata Ajik Krisna.
Ditempat yang sama, Ketut Ismaya dalam kesempatan tersebut sangat mengapresiasi perhatian dan bantuan dari Ajik Krisna dan Made Mariata yang sudah dengan tulus ikhlas membantu krama pengempon Pura Rentaja yang terkena musibah longsor.
“Ajik Krisna tidak banyak bicara, beliau langsung berkomitmen memberikan Punia untuk membantu pembangunan senderan Pura yang longsor,” kata Jro Bima sapaan akrabnya.
“Semoga apa yang beliau lakukan dengan ketulusannya, alam semesta akan membalasnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Made Mariata, pengamat sosial di Bali dalam kesempatan tersebut menyampaikan kedatangannya adalah murni untuk membantu krama Bali yang diterpa musibah, terlebih di Pura-nya.
“Saya tidak peduli dengan soroh ini itu, yang penting Pura ini dapat bantuan,” ungkap Made Mariata.
Dirinya mengajak seluruh Krama Hindu di Bali untuk bersatu saling bantu membantu. Karena Budaya dan Tradisi Bali inilah daya tarik wisatawan datang berlibur ke Bali. “Yang harus peduli itu bukan kami yang pertama. Makanya disini Parisadha dan MDA harus turun melihat kondisi di lapangan. Mari sama-sama menjaga Bali,” tandasnya. (*/sin)

Tinggalkan Balasan