Pendataan Siswa SLB Capai 100 Persen, Kemendagri Apresiasi Disdukcapil Denpasar
Pelaksanaan pendataan, perekaman dan penerbitan Dokumen Kependudukan serangkaian Gerakan Bersama bagi Penyandang Disabilitas melalui Pendataan, Perekaman, dan Penerbitan Dokumen Kependudukan (Biodata, KTP-el, dan KIA) untuk Mewujudkan Masyarakat Inklusif di SLB Negeri 3 Denpasar, Kamis (21/4/2022). (foto: ist)
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Capaian 100 persen pendataan, perekaman dan penerbitan Dokumen Kependudukan (Biodata, KTP El dan KIA) di tiga Sekolah Luar Biasa (SLB) oleh Disdukcapil Kota Denpasar tuai apresiasi.
Direktur Pendaftaran Penduduk, Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), David Yama menyebut, dengan capaian itu Disdukcapil Denpasar telah mensukseskan program kependudukan nasional.
“Biar disampaikan secara nasional, kami dari Kemendagri memberikan apresiasi tinggi atas inovasi dan komitmen Disdukcapil Kota Denpasar dengan sistem jemput bola mensukseskan program nasional,” katanya di SLB Negeri 3 Denpasar, Kamis (21/4/2022).
Dikatakan, program nasional itu digelar melalui Gerakan Bersama bagi Penyandang Disabilitas melalui Pendataan, Perekaman, dan Penerbitan Dokumen Kependudukan untuk Mewujudkan Masyarakat Inklusif.
David Yama menjelaskan, program itu, akan menjadi momentum untuk memberikan kemudahan pelayanan berkualitas terkait penerbitan dokumen legal kependudukan penyandang disabilitas.
“Negara punya harapan agar kaum disabilitas memberikan kontribusi dalam pembangunan sesuai dengan kemampuan dan potensinya, dan Pemerintah berkomitmen untuk terus melaksanakan pemberian bantuan sosial, pemberdayaan dan hal lainnya seperti akses layanan program,” terangnya.
Kadisdukcapil Kota Denpasar Dewa Gde Juli Artabrata menjelaskan, saat ini pihaknya telah merampungkan seluruh pendataan, perekaman dan penerbitan untuk siswa tiga SLB di Kota Denpasar.
Hari ini, Gerakan Bersama bagi Penyandang Disabilitas itu pun diselenggarakan di SLB Negeri 3 Denpasar.
“Kita sudah mulai melaksanakan fasilitasi adminduk bagi penyandang disabilitas yang berstatus sebagai siswa di SLB, tanggal 7 April lalu di SLB Negeri 2, tanggal 14 April di SLB Negeri 1 dan hari ini di SLB Negeri 3 dengan total siswa selurunya sebanyak 430 siswa yang 100 persen sudah terdata,” jelasnya.
Setelah tuntas di SLB, pendataan dengan jemput bola akan menyasar Yayasan, LSM dan Panti Sosial disabilitas.
“Sehingga nantinya seluruh penyandang disabilitas di Kota Denpasar terdata dan memiliki dokumen adminduk yang lengkap sebagai wujud kesetaraan sesama warga negara,” katanya.
“besar harapan disabilitas mampu produktif dan berdaya saing, serta optimalisasi Denpasar sebagai kota inklusif,” harap Gde Juli.
Sementara, Putu Puspawati dari Yayasan Sehati Bali menyebut kemudahan akses pelayanan itu memberikan angin segar bagi penyandang disabilitas untuk berkembang.
“Senang, terimakasih atas kemudahan pelayanan ini, semoga bisa terus dengan metode jemput bola,” katanya.
Setelah acara, dokumen adminduk berupa Biodata, KTP el, dan KIA diserahkan kepada Kepala Sekolah SLB se-Kota Denpasar untuk selanjutnya dibagikan kepada siswa. (sat)

Tinggalkan Balasan