DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Bali, Brigjen Pol. Hadi Purnomo meninjau proses vaksinasi massal untuk pelajar. Kegiatan vaksinasi ini dilaksanakan di SMA Negeri 5 Denpasar dan SMP Kristen Harapan Denpasar, pada Kamis (12/8).

Brigjen Pol. Hadi Purnomo menjelaskan bahwa program vaksinasi massal untuk pelajar ini adalah program Badan Intelijen Negara (BIN) yang berlangsung di 14 provinsi, salah satunya Provinsi Bali, yang ditujukan untuk mempercepat vaksinasi. 

“Kita kebut kegiatan vaksin ini sesuai dengan perintah presiden Republik Indonesia dan termasuk Badan Intelijen Negara (BIN) yaitu bapak Budi Gunawan. Untuk kegiatan di Bali, kita langsungkan  di SMA 5 Denpasar, SMP Harapan Denpasar,” ujarnya.

Vaksinasi massal untuk pelajar, pada Kamis (12/8). (Foto: istimewa)

Hadi Purnomo berharap dengan hadirnya  kegiatan vaksinasi massal untuk pelajar ini bisa menjadi langkah untuk membuka sekolah dengan metode pelajaran tatap muka secara langsung. 

Baca juga :  Gubernur Koster Tinjau Vaksinasi Massal di Renon dan Kertalangu

“Harapan kami demikian. Ini sesuai harapan presiden, apabila vaksinasi sudah terlaksana dua kali, secepatnya akan dibuka pendidikan. Ini juga menjadi harapan kita semua,” ungkapnya.

Kepala sekolah SMA Negeri 5 Denpasar, Tjokorda Istri Mirah Kusuma Widyawati mengatakan ada sekitar 1.100 siswa yang mengikuti program vaksinasi massal ini. Ia juga menambahkan untuk memastikan terselenggaranya protokol kesehatan, pihak sekolah sudah mengkondisikan dengan sistem satu jam untuk tiga kelas. 

Baca juga :  Pemerintah Gelar Vaksinasi Massal untuk Percepat Capaian Target Vaksinasi COVID-19

“Karena kondisi protokol kesehatan, Kita kondisikan 1 jam untuk 3 kelas. Jadi begitu selesai, Datang lagi anak. Jadi tidak Ada kerumunan,” ujar Cok Mirah, panggilannya.

Di sebelah kiri Kabinda, Kasi Intel Korem 163/Wirasatya Kol Inf Boyke, mewakili Dandim Badung. Sebelah kanan Kabinda Kepsek SMAN 5 Denpasar Cok. Widiawati, yang lainnya Kabid Pendidikan Denpasar. (Foto: istimewa)

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Yayasan Kristen Harapan, I Gusti Putu Darmawan menjelaskan terdapat 1000 siswa berasal dari SMP Kristen Harapan dan SMP Negeri 6 Denpasar yang mengikuti kegiatan vaksinasi massal ini. 

Putu Darmawan berharap dengan dilakukan vaksinasi massal ini, sekolah nantinya bisa melaksanakan metode belajar tatap muka. Hal ini Karena sebagian orang tua murid menghendaki Pembelajaran tatap muka diberlangsungkan. 

Baca juga :  Tinjau Vaksinasi Massal di Persis, Kapolri Minta Semua Elemen Masyarakat Berkolaborasi Percepat Vaksinasi

“Dari Hasil survei kami, 99 persen orang tua menghendaki pelajaran tatap muka, nah, mudah mudahan dengan program pemerintah  Dan BIN yang gencar melakukan vaksinasi bisa berdampak positif,” katanya.

Ia menambahkan bahwa SMP Kristen Harapan sudah mempersiapkan berbagai macam hal untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka. 
“Segala macam perlengkapan seperti sabun cuci tangan, thermogun, kemudian jadwal kelas sudah diatur sedemikian rupa dengan keterisian satu kelas 15-20 orang, serta siswa datang ke sekolah secara bergelombang,” tandasnya. (*/sin)