Update Kasus Covid-19 di Bali Kamis (5/8): Pertambahan Kasus Sebanyak 1.470 Orang
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Bali Dewa Made Indra dalam rilisnya menyatakan perkembangan pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per Kamis (5/8) tercatat pertambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 1.470 orang (1.198 orang melalui transmisi lokal, 261 PPDN dan 11 PPLN), sembuh sebanyak 1.236 orang, dan 25 orang meninggal dunia.
“Terkonfirmasi positif 82.749 orang, sembuh 66.615 orang (80,50%), dan meninggal dunia 2.331 orang (2,82%). Kasus aktif per hari ini menjadi 13.803 orang (16,68%),” jelasnya.
Untuk mempercepat penanganan pandemi, Pemerintah telah melakukan upaya vaksinasi kepada masyarakat. Sasaran vaksinasi yang telah terlayani adalah SDM kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia.
“Masyarakat yang telah memperoleh vaksin 1 sebanyak 3.080.831 orang dan vaksin 2 sebanyak 982.817 orang. Total vaksin yang terdistribusi sebanyak 4.670.028 dosis dengan sisa stok vaksin sebanyak 941.78 dosis,” jelasnya.
Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Corona Virus Disease 2019 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru Di Provinsi Bali. Surat Edaran ini mulai berlaku pada hari Selasa tanggal 3 Agustus 2021 sampai dengan Senin 9 Agustus 2021.
Dalam Surat Edaran Gubernur Bali yang baru ini diberlakukan beberapa kelonggaran untuk memberikan ruang bagi aktivitas usaha dan ekonomi masyarakat.
Pertama, pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen) dan jam operasional sampai pukul 16.00 Wita.
Kedua, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 21.00 Wita.
Ketiga, pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum (warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, dan lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall dapat dibuka dengan maksimal pengunjung makan ditempat 25% dari kapasitas dan waktu makan maksimal 30 menit, dibatasi jam operasional sampai pukul 21.00 Wita.
Pada akhir rilisnya, Dewa Indra menegaskan agar masyarakat selalu disiplin melaksanakan 6M. “Memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, dan mentaati aturan,” ungkapnya. Serta masyarakat dihimbau untuk tidak berkerumun, dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. (*/sin)

Tinggalkan Balasan