Polresta Denpasar Tetapkan 7 Tersangka Pembunuhan di Monang Maning Denpasar

DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Polresta Denpasar menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus pembunuhan yang terjadi di simpang Jalan Kalimutu menuju Jalan Subur dan Tegal Harum, Monang Maning Denpasar, pada Jumat (23/7) lalu. Ketujuh orang tersebut menjadi tersangka dalam aksi pengeroyokan dan penebasan yang menyebabkan tewasnya Gede Budiarsana (34). 

Ketujuh tersangka itu yakni; pelaku utama WS warga Bali, FK warga Ambon, BD warga Ambon, JBL warga Ambon, GBS warga Bali, GB warga Ambon, dan DB warga Ambon.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan dalam jumpa persnya memerangkam dari hasil penyelidikan pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya, sebilah pedang yang digunakan untuk menebas korban, empat buah pedang yang disita dari kantor PT Beta Mandiri Multi Solution (PT BMMS).

Baca juga :  Pastika Adnyana: Proses Hukum Leasing Terlibat Pembunuhan di Monang Maning!

Tersangka akan dijerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman kurungan 15 tahun, Pasal 351 ayat 3 sepanjang 7 tahun kurungan, pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 dengan ancaman 10 tahun.

“Atas tindakannya, pihak kepolisian menjerat tersangka dengan pasal tindak pidana pembunuhan, dan atau pengeroyokan, dan atau penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan.

Sementara itu, sebelumnya penasihat hukum keluarga korban, Putu Pastika Adnyana juga dalam jumpa persnya mengatakan mendukung pernyataan Kapolresta yang juga akan memproses hukum perusahaan finance yang mengorder debt collector tersebut. 

Baca juga :  Praperadilan Dugaan Pelanggaran Prosedur, Polresta Denpasar Serahkan Barang Bukti

Menurutnya, jika pengorder diproses hukum, terjadinya kasus serupa dapat dihindari. Dan, ia pun meminta agar dibekukan perusahaan finance di Bali yang mempekerjakan preman.

“Kami berharap perusahaan perusahaan yang mempekerjakan preman dibekukan di Bali, sebab sangat aneh perusahaan berbisnis di Bali, ternyata di kantornya ada parang dan senjata tajam lain lainya, sehingga jika perusahaan sudah menyiapkan senjata demikian patut dicurigai sudah memiliki niat tidak baik,” ujarnya.

Sedangkan terkait proses hukum para pelaku, ia meyakini otak pelaku pembunuhan bukan hanya Wayan S saja sebagai pelaku utama. Sebab ketika dalam pengejaran menurutnya, terlihat ada 3 sepeda motor yang membawa parang. 

Baca juga :  Pembunuhan di Monang Maning, Kasat Reskrim Polresta Denpasar Sebut Karena Masalah Pribadi

Untuk itu, ia meminta kepada aparat penegak hukum melihat fakta dan peristiwa bahwa otak pelaku bukanlah Wayan S saja, tetapi Beni pimpinan PT BMMS yang menurutnya telah memberikan perintah membunuh terhadap korban dan almarhum.

“Kami juga akan menggugat PT BMMS,” ujarnya.

Sedangkan terkait kondisi keluarga yang ditinggalkan korban meninggal, yakni istri dan anak yang masih kecil dan mengingat korban sebagai tulang punggung keluarga, maka pihaknya menimbang untuk melakukan upaya hukum agar masa depan anak-anak almarhum bisa terjamin. (*/sin)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button