Digitalkan Pemasaran, Dosen ITB STIKOM Bali dan Unud Dorong KWT Sari Tunjung Mekar Semakin Berdaya
DIKSIMERDEKA.COM, BADUNG, BALI – Institut Teknik dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali, melalui salah satu Dosennya, yakni I Komang Budi Mas Aryawan, S.Pd., M.Pd. melakukan pemberdayaan usaha Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Tunjung Mekar, di Desa Cempaga, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, yang dilakukan dari tanggal 10 hingga 25 Juni 2021.
Pemberdayaan dilakukan dengan mendorong digitalisasi pemasaran usaha yang dilakukan KWT tersebut melalui aplikasi teknologi informasi (E-Commerce). Program pemberdayaan usaha masyarakat ini sendiri merupakan bagian dari program Pengabdian Masyarakat Dosen ITB STIKOM Bali.
Dipilihnya KWT Sari Tanjung Mekar lantaran selama ini, KWT ini menghasilkan produk pangan tradisional yang prospektif, namun pemasarannya masih dilakukan secara konvensional. Produk yang dihasilkan berupa jajanan cakar ayam, keripik talas dan keripik singkong dengan cita rasa yang khas, gurih, tahan lama.
Selain keunggulan dari segi rasa, produk tersebut memiliki peluang pasar yang besar karena diolah tanpa bahan pengawet, pewarna, penyedap dan atau bahan-bahan makanan berbahaya lainnya. Komang Budi Mas Aryawan mengatakan atas alasan itulah pihaknya tergerak membantu KWT tersebut dengan aplikasi web E-Commerce.
“Jadi pemasarannya masih sangat tradisional dengan menitipkan produk di toko atau warung di desa-desa. Pemasaran belum dilakukan dengan memanfaatkan TI (teknologi informasi), karena mereka belum mempunyai kemampuan di bidang itu,” ungkap Komang Budi Mas Aryawan di ITB STIKOM Bali Kampus Jimbaran, Senin (26/6).
Selain itu, dari sisi legal usaha, KWT Sari Tunjung Mekar ini juga belum memiliki legalitas badan usaha. Dan dari kelengkapan alat produksi yang dimiliki, beberapa alat dikatakan sudah mulai rusak. Kondisi ini produksi yang dilakukan tidak dapat maksimal.
Oleh karena itu, pemberdayaan yang dilakukan juga mencakup dua aspek tersebut. Dan untuk itu, Dosen STIKOM Bali Komang Budi Mas Aryawan tidak sendiri, ia berkolaborasi dengan dua Dosen dari Universitas Udayana, yakni Putu Devi Yustisia Utami, S.H., M.Kn dan Sayi Hatiningsih, S.TP., M.Si.
Dan, dibantu oleh dua orang mahasiswa ITB STIKOM Bali, yakni; Anak Agung Dwi Pradnyani Jayanti dan Ellyanna Fransisca Dewi. Adapun sumber anggaran yang digunakan memanfaatkan anggaran Program Kemitraan Masyarakat dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (PKM BRIN).
Maka, selain mempersembahkan hasil terbaik sebuah laman website E-Commerce untuk KWT Sari Tunjung Mekar, ketiga dosen ini juga membantu KWT tersebut memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) serta para anggota memiliki pengetahuan hukum tentang transaksi elektronik.
“Kegiatan ini kami awali dengan pembuatan aplikasi E-Commerce berbasis web, sosialisasi hukum transaksi elektronik, pelatihan penggunaan alat produksi, dan pelatihan penggunaan aplikasi E-Commerce berbasis web,” ujarnya selaku Ketua Tim.
“Selain target tersebut, kami juga menghibahkan beberapa alat–alat produksi seperti mesin perajang serbaguna, kompor, wajan, dll serta satu unit laptop yang nantinya dapat membantu peningkatan omset penjualan mereka,” imbuh Komang Budi Mas Aryawan.
Atas apa yang dilakukan ketiga Dosen tersebut, Kepala Desa Cepaga sekaligus sebagai Pembina KWT Sari Tunjung Mekar, Putu Suarjaya mengaku sangat mengapresiasi. Ia mengatakan sangat menyambut baik apa yang telah dilakukan dalam program Pengabdian Masyarakat yang merupakan implementasi salah satu unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi itu.
“Saya menyambut baik kegiatan–kegiatan yang berpihak kepada masyarakat secara langsung, seperti yang dirasakan oleh KWT Sari Tunjung Mekar ini. Harapan saya kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Mohon bimbingan secara berkala dari bapak – ibu dosen ITB STIKOM Bali dan Universitas Udayana agar KWT benar-benar mandiri,” kata Putu Suarjaya. (*/sin)

Tinggalkan Balasan