DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Bali Dewa Made Indra dalam rilisnya menyatakan perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per Kamis (24/6) tercatat pertambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 181 orang (141 orang melalui transmisi lokal, 39 PPDN, dan 1 PPLN), sembuh sebanyak 70 orang, dan 2 orang meninggal dunia.

“Terkonfirmasi positif 48.931 orang, sembuh 46.358 orang (94,74%), dan meninggal dunia  1.545 orang (3,16%). Kasus aktif per hari ini menjadi 1.028 orang (2,10%) yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan,” jelasnya.

Untuk mempercepat penanganan pandemi, Pemerintah telah melakukan upaya vaksinasi kepada masyarakat. Sasaran vaksinasi yang telah terlayani adalah SDM kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia. “Masyarakat yang telah memperoleh vaksin 1 sebanyak 2.018.155 orang dan vaksin 2 sebanyak 725.824. Total vaksin yang terdistribusi sebanyak 3.583.980 dosis dengan sisa stok vaksin sebanyak 840.001 dosis,” jelasnya.

Baca juga :  Mendagri: Kerumunan Massa dalam Setiap Tahapan Pilkada Harus Dibatasi

SE Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, Surat Edaran ini mulai berlaku pada hari Selasa (23/03) sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut. Hal ini merupakan upaya preventif pemerintah dalam menanggulangi meluasnya penyebaran virus Covid-19 di masyarakat.

Baca juga :  Update Satgas Penanganan Covid-19, 11 April: 79 Orang Positif, 19 Sembuh

Hal lain yang diatur antara lain, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Dewa Made Indra menjelaskan pemerintah mengantisipasi mobilitas warga pada saat arus balik lebaran. “Langkah pengendalian dilakukan salah satunya dengan memperbanyak tes antigen secara acak,” ungkapnya.

Baca juga :  Momentum Pandemi, Birokrasi Pemprov Bali Harus Bergerak Ke Arah Digitalisasi

Lebih lanjut, Dewa Made Indra menyampaikan Presiden RI Joko Widodo meminta agar ada penguatan PPKM Mikro pasca lebaran 2021 baik di daerah asal maupun daerah tujuan arus balik pemudik.              

Pada akhir rilisnya, Dewa Made Indra menegaskan agar masyarakat selalu disiplin melaksanakan 6M. “Memakai Masker Standar dengan benar, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Mengurangi Bepergian, Meningkatkan Imun, dan Mentaati Aturan,” ungkapnya.

Serta masyarakat dihimbau untuk tidak berkerumun, dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. (*/sin)