DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Ogoh-ogoh mesin dengan nama Pamurtian Sang Hyang Baruna ini keluar sebagai juara 1 lomba ogoh-ogoh mini yang digelar oleh Komunitas Seni Abianaya Aksata ITB STIKOM Bali untuk menyambut Hari Raya Nyepi Saka 1943 pada 14 Maret 2021 mendatang. Pameran dan lomba ogoh-ogoh itu digelar di gedung Dharma Negara Alaya ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wijaya, SE., M.Si.

Baca juga :  ITB STIKOM Bali Lolos 8 Indeks Kinerja Utama PTS

Menurut I Gede Gana Palguna Winayaka, sang pembuat ogoh-ogoh, butuh waktu 11 bulan untuk menyelesaikan karyanya ini dan menghabiskan anggaran sekitar Rp 1,5 juta. Keunikan ogoh-ogoh ini adalah digerakan dengan teknologi bluetooth yang terhubung dengan handphone dan cukup dengan menyebut fitur apa yang ingin digerakan, maka secara otomatis bagian tertentu atau keseluruhan ogoh-ogoh ini bergerak dan dikolaborasikan dengan cahaya yang menyertainya. 

“Misalnya, menyebut “cakra”, maka cakra di balik punggung ogoh-ogoh ini bergerak, menyebut “senjata” maka senjata di tangannya akan bergerak. Menyebut “baruna”, maka baruna di bawah kaki ogoh-ogoh akan berputar. Menyebut “semua” maka semua bentuk ogoh-ogoh ini bergerak,” terang Gana Palguna, yang baru duduk di kelas XI SMAN 1 Denpasar. “Jadi, saya buat ogoh-ogoh ini waktu saya kelas X, sekarang saya kelas XI baru selesai,” lanjutnya.

Baca juga :  Dua Mahasiswa ITB STIKOM Bali Jalur RPL Dapat Pengakuan SKS Sempurna

Gana Palguna menambahkan, idenya membuat ogoh-ogoh ini karena terinspirasi dengan larangan pawai ogoh-ogoh tahun lalu sebagai akibat pandemi Covid 19. “Lalu saya coba membuat ogoh-ogoh ini sebenarnya hanya untuk koleksi pribadi, juga hobi. Kebetulan STIKOM Bali adakan lomba ogoh-ogoh mini, saya langsung daftar ikut lomba, dan astungkara juara 1,” ungkap Gana, bangga, sambil menyebut ingin melanjutkan kuliah di ITB STIKOM Bali agar bisa belajar  lebih banyak tentang teknologi informasi. (*)