DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Kepolisian Daerah (Polda) Bali membentuk tim gabungan yang terdiri dari personel Polri, TNI, Satpol PP dan Pecalang. Tim gabungan tersebut disebut tim Pemburu Pelanggar Covid-19. Hal tersebut dilakukan oleh Polda Bali sebagai bentuk menindak lanjuti program Pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Bali, Kombes Pol. Firman Nainggolan, S.H. M.H menjelaskan bahwa anggota Tim Pemburu Pelanggar Prokes Covid-19 bertugas mendisiplinkan masyarakat agar patuh terhadap protokol kesehatan.

Baca juga :  Tetap Waspada Penyebaran Covid-19, Perkantoran Pemprov Terapkan Aplikasi PeduliLindungi

“Kita siapkan nanti 2 truk untuk tim ini. Mobil nanti kita siapkan, nanti di truk itu akan ditulis Tim Pemburu Pelanggar Prokes Covid-19. Nanti ada tim gabungan di situ ada Polri-nya, TNI-nya, Satpol PP-nya dan Pecalang-nya,” jelas Karo Ops Polda Bali.

Karo Ops Polda Bali menjelaskan bahwa Tim Pemburu Pelanggar Prokes Covid-19 ini bergerak sesuai dengan target yang diberikan. Penentuan sasaran ini tidak sembarangan, yaitu berdasarkan hasil anev posko. Dimana lokasi-lokasi yang kasus Covid-nya masih naik terus, nanti disitulah satgas ini melaksanakan kegiatan sosialisiasi, memberikan imbauan dan operasi yustisi. Tiga hal ini yang harus dilakukan.

Baca juga :  Kendalikan Penyebaran Covid-19, Gubernur Bali Terbitkan SE 8/2021

Karo Ops Polda Bali menjelaskan bahwa Tim Pemburu Pelanggar Prokes Covid-19 fokus pada lokasi yang jumlah kasus Covid-19 mengalami peningkatan, mereka terus mendatangi lokasi ini dengan menggelar razia masker di jalan dan merazia semua toko-toko terkait pembatasan jam operasional.

Baca juga :  Terbitkan SE, Mendagri Minta Kepala Daerah Antisipasi Penyebaran COVID-19 Saat Libur Panjang

“Kalau daerah yang masih landai, yang hanya ada 1 atau 2 kasus tidak perlu didatangi, cukup ditangani oleh PPKM skala mikro. Satgas harus datang ke daerah yang mengalami kenaikan 5-7 kasus atau wilayah yang masih berstatus zona merah,” jelas Karo Ops Polda Bali. (*/sin)