DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menjelaskan meski penyebaran Covid-19 cukup bisa dikendalikan tapi risiko atau potensi penyebaran yang meluas masih sangat tinggi. 

“Dampak dari COVID-19 ini semakin berat bagi Bali dimana hal ini dilihat dari PDRB Provinsi Bali terkoreksi menurun di triwulan III yaitu -12,28%. Hal ini tentu saja berdampak sangat serius pada kesejahteraan masyarakat Bali,” ungkap Wagub Cok Ace saat membuka Kegiatan Konsultasi Publik Kemitraan Pemerintah Dengan Masyarakat Sipil Dalam Pencegahan Penularan Covid-19 Serta Pemulihan Ekonomi Nasional di Daerah di Hotel Ramayana Suites and Resorts, Kuta, Badung, Senin (21/12).

Baca juga :  Wagub Cok Ace: Penanganan Covid-19 Kunci Pemulihan Perekonomian Bali di Bidang Pariwisata

Dalam sambutannya, Wagub Bali yang didampingi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Bali I Wayan Mardiana mengatakan sejak kasus pertama COVID-19 di Indonesia pada awal Maret 2020, maka sudah sembilan bulan kita berjuang bersama menghadapi pandemi COVID-19. 

“Perubahan situasi yang sangat dinamis bahkan banyak hal diluar dugaan, harus dibarengi dengan dinamika kebijakan baik dari Pemerintah Pusat maupun Daerah. Seluruh daya upaya telah dikerahkan untuk mencegah dan mengendalikan laju penyebaran virus COVID-19,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Wagub Bali mengingatkan masyarakat bahwasannya COVID-19 belum dapat dikendalikan sepenuhnya  dan  bahayanya masih sangat nyata. “Disisi lain perekonomian juga harus diselamatkan. Memahami kedua fenomena ini, maka Pemerintah Provinsi Bali sepakat dan patuh pada arahan pimpinan nasional dimana sedikitpun kita tidak boleh lengah akan Covid 19. Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kemampuan pengendalian kasus melalui 3T yaitu Tracing, Testing dan Treatment. Disamping itu masyarakat diharapkan harus tetap produktif dimasa pandemi tetapi dengan cara-cara baru atau adaptasi kebiasaan baru  dengan tatanan Bali Era Baru dimana masyarakat Bali tetap produktif dengan kesadaran protokol kesehatan,” jelasnya.

Baca juga :  Buka Rakernas GPEI, Gubernur Koster Tegaskan Negara Maritim Sepatutnya Tidak Impor Garam

Untuk menghadapi perubahan besar ini dibutuhkan sumber daya materiil dan immateriil yang luar biasa. “Untuk itu dibutuhkan sinergitas, kolaborasi, kerjasama dan dukungan semua pihak untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 dan disisi lain perekonomian bisa terus bergerak,” tambahnya.

Baca juga :  Momentum Pulihkan Perekonomian Bali, Gubernur Koster Ajak Krama Bali Sukseskan Pertemuan Presidensi G-20

Dalam acara yang diselenggarakan secara hybrid (offline dan online) ini diikuti sekitar 500 peserta dan turut dihadiri secara online oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yang hadir secara online, Dirjen Adwil Kemendagri Safrizal Z A, jajaran Kemendagri, OPD terkait serta unsur vertikal di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali. (*/sin)