Pandemi Covid-19, Puan Maharani: Tantangan Pembangunan SDM untuk Percepatan Kemajuan Bangsa
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Pendidikan merupakan investasi jangka panjang, sebagai pondasi pembentukan dan penguatan manusia Indonesia, serta jalan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Demikian diungkapkan Ketua DPR RI, Puan Maharani dalam Sidang Terbuka Puncak Dies Natalis Universitas Udayana ke-58 tahun melalui Live Streaming Youtube Udayana TV pada Selasa, (29/9).
Tantangan seberat apapun, menurutnya, akan dapat diatasi asalkan SDM Indonesia berkarakter dan tangguh. Namun demikian, upaya membangun SDM Indonesia yang unggul dan tangguh tersebut kini menghadapi tantangan pandemi Covid-19 yang belum juga mereda. Covid-19, sebagaimana kita tahu, telah berdampak pada segala aspek kehidupan kita, termasuk upaya pembangunan SDM.
“Pandemi Covid-19 benar-benar sedang menguji ketahanan nasional bangsa Indonesia dalam berbagai sektor, tidak hanya kesehatan, tapi juga telah melumpuhkan seluruh aktivitas masyarakat di bidang ekonomi, sosial, budaya, kegiatan keagamaan dan juga pendidikan,” ungkap Puan.
Sebelum adanya pandemi Covid-19, jelasnya lebih lanjut, bangsa Indonesia juga memiliki ‘pekerjaan rumah’ untuk mempercepat kemajuan di Indonesia. Sejak tahun 2019, Indonesia telah masuk dalam kriteria upper middle income group dengan pendapatan perkapita sekitar 4.244 USD setelah selama kurang lebih 23 tahun berada dalam kelompok lower middle income group sejak tahun 1995.
Maka, Puan menjelaskan, meski dihadapkan pada kondisi pandemi, dalam membangun manusia Indonesia tetap diperlukan fokus dan titik berat pada Nation dan Character Building yaitu bagaimana membangun manusia Indonesia yang berjiwa gotong royong, cinta pada tanah air, memiliki rasa percaya diri sebagai bangsa, serta memiliki kesanggupan untuk kemajuan bangsa dan negara.
Berkepribadian dalam budaya Indonesia, menurut Puan, tidak berarti Indonesia anti budaya asing, akan tetapi dengan kepribadian bangsa Indonesia yang kuat maka budaya asing dapat disaring dan dilarutkan dalam kebudayaan nasional tanpa menghilangkan identitas budaya daerah.
“Oleh karena itu, pendidikan menjadi cara yang sangat strategis, pendidikan harus dimaknai sebagai suatu proses rekayasa sosial, untuk membudayakan manusia, membuat manusia menjadi berbudaya,” ungkap kader politisi PDI Perjuangan.
“Untuk mempercepat terwujudnya kemajuan Indonesia yang memiliki kekuatan politik, sosial, budaya, dan ekonomi, maka salah satu agenda politik pembangunan Indonesia ke depan adalah mempercepat pembangunan manusia Indonesia yang berkarakter dan berdaya saing,” paparnya dalam Orasi Ilmiah yang berjudul Pembangunan Manusia Indonesia dengan Nation dan Character Building.
Menyadari hal strategis tersebut, lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa tidak heran jika Founding Father meletakkan dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia 1945, salah satu tujuan dibentuknya pemerintah negara Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Bukan sekedar intelektualitas, tapi juga kecerdasan akhlak, budaya, sosial, ekonomi, serta perikehidupan berbangsa dan bernegara.
Selaku Ketua DPR RI, pada kesempatan itu ia juga menjelaskan bahwa DPR RI melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan mendukung pembangunan pendidikan agar dapat mempercepat tercapainya kemajuan bangsa. Dukungan tersebut dilakukan dengan memberikan alokasi anggaran dana pendidikan yang meningkat dari tahun ke tahun.
Anggaran dana pada tahun 2019 sebesar Rp478,4 triliun meningkat menjadi Rp547,8 triliun pada tahun 2020, dan RAPBN bidang pendidikan pada tahun 2021 direncanakan sebesar Rp550 triliun. Alokasi anggaran dan program bidang pendidikan tersebut diarahkan untuk membangun SDM unggul mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), wajib belajar 12 tahun, pendidikan tinggi dan juga memperkuat riset nasional. (dar/sin)

Tinggalkan Balasan