DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI –  Seorang tokoh Bali yang juga mantan Komisioner KPU RI I Gusti Putu Artha memberikan perhatian khusus atas rencana aksi demo yang akan digelar Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Bali, dengan titik aksi di seputaran Bundaran Renon Denpasar, dekat Konsulat Amerika pada hari Sabtu besok (15/8). Putu Artha meminta Polda Bali untuk tidak berikan ijin kepada aksi demo tersebut.

Dalam halaman pribadinya di Facebook Konsultan Politik yang wajahnya sering menghiasi acara TV Nasional ini  mengupload foto lembaran yang berisikan pemberitahuan kepada aparat berwenang perihal aksi demo yang direncanakan Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Bali.

Baca juga :  Kuasa Hukum Made Daging Siap Hadapi Praperadilan Besok, Tegaskan Kasus Ini Kriminalisasi

Gusti Putu Artha sangat menyayangkan, ia pun menuliskan MOHON ATENSI POLDA BALI sejumlah mahasiswa asal Papua di Bali hendak mengadakan unjuk rasa bernuansa sangat politis yaitu soal kemerdekaan Papua.

Bagi Gusti Putu Artha, kegiatan ini sangat melukai hatinya di saat kita bersama merayakan Kemerdekaan Indonesia. Mereka sama sekali tak memiliki rasa nasionalisme. Dan kegiatan makar semacam ini sama sekali tak bisa  ditolerir.

Baca juga :  Gubernur Koster Apresiasi Polda Bali Hadirkan 4 Inovasi Pelayanan Publik

Untuk itu saya mohon Polda Bali mencegah dan melarang kegiatan yang hanya memanfaatkan posisi Bali untuk mengambil opini dunia.

Selanjutnya Gusti Putu Artha menuliskan kepada sejumlah Rektor Perguruan Tinggi di Bali, perlu kiranya selektif menerima mahasiswa. Jika komitmen kebangsaannya tidak jelas. Tak mengakui RI sebagai tanah tumpah darah mereka, saya pikir tak usah diterima menuntut ilmu di Bali.

Baca juga :  Pembubaran PWF Dilaporkan ke Polda Bali

Dan seperti biasa, tulisan Gusti Putu Artha sontak mendapatkan respon warga net yang sebagian besar memberikan dukungan pada tulisan Gusti Putu Artha. Sebagian besar masyarakat Bali juga menolak rencana kegiatan demo tersebut, karena saat ini seluruh elemen masyarakat Bali bersama sama dengan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Pusat sedang bahu membahu bekerja mempersiapkan dibukanya kembali Pariwisata Bali menuju kebiasaan Bali, yang rencananya pada bulan September. (vidi/sin)