Gubernur Koster : Perlu Diwaspadai Saat Ini TL Covid-19 Didominasi OTG
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan saat ini, kasus transmisi lokal (TL) Covid-19 didominasi oleh Orang Tanpa Gejala (OTG) yang mencapai 840 orang. Menurutnya hal ini perlu diwaspadai dengan melakukan upaya sistematis dan progesif agar dengan cepat dapat mengetahui masyarakat yang berpotensi terjangkit.
Hal itu ditegaskanya saat menggelar tatap muka secara virtual dengan para camat, lurah dan perbekel se-Bali, Rabu 1 Juli 2020.
“Jangan sampai, OTG menularkan kepada orang lain sehingga memicu munculnya kasus baru. Terkait dengan penambahan data COVID-19, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Bali ini memberi perhatian pada tiga besar kabupaten/kota dengan jumlah kasus tertinggi yaitu Denpasar 539 kasus, Kabupaten Badung 187 kasus dan Kabupaten Klungkung 162 kasus, ” jelas Koster.
Tatap muka secara virtual tersebut diikuti sebanyak 679 peserta yang terdiri dari camat, lurah dan perbekal dari lokasi masing-masing yang tersebar di seluruh Bali.
Pada kesempatan itu Gubernur Koster menyampaikan permohonan maaf karena sejak pandemi COVID-19, baru kali ini sempat melakukan tatap muka dengan aparat yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program-program yang berkaitan dengan upaya penanggulangan COVID-19.
“Bila dicermati, ada perubahan pola dalam penambahan kasus positif COVID-19. Di awal, kasus positif didominasi oleh imported case yang dibawa oleh para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang dipulangkan oleh perusahan tempat mereka bekerja di luar negeri, namun belakangan penambahan kasus didominasi oleh transmisi lokal,” terangnya.
Secara akumulatif, data per tanggal 30 Juni 2020, Bali mencatat angka positif COVID-19 sebanyak 1493 kasus, terdiri dari 291 PMI, 53 luar daerah, 1132 transmisi lokal dan 17 kasus WNA. Dari jumlah tersebut, sebanyak 798 orang atau 53,45 persen telah dinyatakan sembuh, 681 orang atau 45,61 persen masih dalam perawatan dan pasien meninggal sebanyak 14 orang atau 0,94 persen.
Yang menjadi catatan Gubernur Wayan Koster, kasus transmisi lokal didominasi oleh Orang Tanpa Gejala (OTG) yang mencapai 840 orang. Menurutnya hal ini perlu diwaspadai dengan melakukan upaya sistematis dan progesif agar dengan cepat dapat mengetahui masyarakat yang berpotensi terjangkit.
Kasus tertinggi yaitu Denpasar 539 kasus, Kabupaten Badung 187 kasus dan Kabupaten Klungkung 162 kasus, Dari ketiga wilayah tersebut, Kota Denpasar mendapat sorotan karena sudah semua desa/kelurahan ada kasus positif.
“Untuk Denpasar, sudah semuanya (zona, red) merah. Jadi Denpasar menjadi wilayah yang betul-betul harus mendapat perhatian,” ujarnya sembari meminta camat, perbekel dan lurah lebih serius menangani COVID-19 di bawah koordinir Walikota Denpasar.
Untuk mempercepat penanganan COVID-19 di Kota Denpasar, ia telah bicara dengan Walikota IB Rai Dramawijaya Mantra agar ada langkah lebih cepat dan progresif.
Untuk mengendalikan penyebaran COVID-19 di Ibukota Provinsi Bali ini, Gubernur minta camat, perbekel dan lurah se-Denpasar bekerja keras mencegah makin meluasnya penyebaran melalui upaya pendisiplinan dan penertiban masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. (*)

Tinggalkan Balasan