DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Moh. Mahfud MD, menegaskan Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) akan hadir dan mengawasi pembagian bantuan sosial bagi keluarga penerima manfaat akibat pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

Hal ini disampaikan pada rapat Saber Pungli secara virtual di Jakarta, Selasa (21/4/2020). Mahfud MD ingin memastikan program bantuan pemerintah tersebut berjalan sesuai sistem dan tidak diselewengkan. “Bila ada penyelewengan, silahkan mengadu ke Satgas Saber Pungli untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Baca juga :  Mahfud MD: Korupsi Itu Kejahatan, Tidak Bisa Disebut Budaya!

Rapat yang dipimpin Menko Polhukam selaku pengendali dan penanggung jawab Satgas tersebut, sekaligus untuk menyelaraskan tugas Satgas Saber Pungli 2020 Pusat dan daerah, di tengah pandemi Covid-19.

Hadir pula Ketua Pelaksana Satgas Saber Pungli Komjen Pol Moechgiyarto, yang menyatakan segera menindaklanjuti arahan Menkopolhukam. Antara lain dengan menyempurnakan struktur organisasi hingga ke daerah.

Baca juga :  Menko Polhukam: Dukungan Masyarakat Papua Kunci Sukses PON XX dan Peparnas XVI

Mahfud MD meminta masyarakat, jika menemukan pungutan liar di kementerian, pemerintah daerah atau lembaga, jangan segan-segan untuk mengadukannya. Bisa lewat telepon, email, sms, atau datang langsung ke posko saber pungli.

Ada hal menarik dalam struktur baru Satgas Saber Pungli, yakni hadirnya para akademisi dan pegiat anti korupsi dalam jajaran Kelompok Ahli. Nama-nama mereka cukup populer.

Baca juga :  Menko Polhukam: Situasi Pandemi Tidak Mengurangi Ancaman Radikalisme dan Terorisme

Antara lain mantan Ketua Komisi Yudisial dan dosen UII Suparman Marzuki (Ketua), Rhenald Kasali (UI), Imam Prasojo (UI), Zainal Arifin Mochtar (UGM), dan Feri Amsyari (Direktur Pusako Universitas Andalas).

“Darah segar” tersebut diharapkan oleh Menkopolhukam bisa saling bersinergi untuk meningkatkan lagi kiprah Satgas dalam memberantas pungutan liar. (*/rls/mnko/phkm)