DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII (Bali dan NTB), Zulmardi menggelar sosialisasi awal rencana pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di Unit Pelayanan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Cekik.

Sosialisasi yang dilaksanakan di ruang Rapat UPPKB Cekik, Rabu, 26 Februari 2020 pagi ini dihadiri Koordinator Satuan Pelayanan (Satpel) UPPKB Cekik, Kasat Lantas Polres Jembrana, Shinta A.P dan jajarannya masing-masing.

Baca juga :  Pesantren Diliburkan, Santri Bali Dipulangkan: Demi Kenyamanan, Protokoler Pemeriksaan Dijalankan

“Ini adalah bagian dari upaya awal kita mewujudkan lingkungan kerja Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XII, Bali dan NTB secara keseluruhan menjadi wilayah kerja yang berintegritas, melayani dan bebas korupsi,” terangnya.

Sosialisasi awal WBK/WBBM di UPPKB Cekik, Gilumanuk, Jembrana, Bali.

Dalam membangun pelayanan birokrasi yang bebas dari korupsi serta bersih melayani, terang Zulmardi lebih lanjut, tidak dapat dilakukan sendiri, diperlukan dukungan dan komitmen semua pihak agar program prioritas ini dapat terlaksana dengan baik.

Baca juga :  Kepala BPTD XII Dampingi DPRD Bali Inspeksi Pelabuhan Padangbai

Adapun pembangunan Zona Integritas ini sendiri merupakan bentuk implementasi dari amanat Peraturan Presiden nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi.

Serta Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Baca juga :  BPTD XII: Tidak Benar Ada Penumpang ODP Dibiarkan Lewat di Terminal Mandalika

Zona Integritas merupakan predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yan dipimpin dan jajarannya bahwa memiliki komitmen dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Pada kesempatan ini saya mengingatkan untuk selalu berlaku jujur dan mengutamakan transparansi di setiap melakukan pekerjaannya,” ujarnya.

“Mari kita tumbuhkan sikap jujur, transparan, objektif, dan akuntabel, dalam melaksanakan tugas, sehingga tercipta budaya kerja berintegritas dan budaya melayani,” tandasnya. (Dk)