by

Sekolah Kita Darurat Pencabulan, Anak-Anak Tak Lagi Aman di Sana

DIKSIMERDEKA.COM – Semakin maraknya kasus pencabulan murid yang dilakukan oleh oknum guru di Bali belakangan ini patut membuat kita sangat khawatir dan bahkan marah. Bagaimana tidak, hampir setiap tahun selalu terjadi kasus asusila yang menimpa anak-anak kita di sekolah, bahkan di tingkat sekolah dasar (SD).

Apa yang salah sebenarnya dengan sistem pendidikan kita. Mengapa kejadian kasus-kasus pencabulan terhadap anak di sekolah, oleh oknum gurunya menjadi kabar yang rutin kita dengar dan berkali-kali dalam setiap tahunnya.

Di awal tahun ini saja sudah ada dua kasus pencabulan yang terungkap ke publik. Yang pertama menimpa dua siswi di salah satu SD di Mengwi, Badung. Pelakunya adalah AAKW (50) berstatus pegawai negeri sipil (PNS) guru olahraga di sekolah tersebut, diamankan oleh Polres Badung pada 21 Januari 2020.

Ironisnya, tindakan pencabulan terhadap 2 siswi itu dilakukan di dalam ruangan kelas, dan salah satu korban bahkan disetubuhi sejak kelas III. Persetubuhan ini terjadi berkali-kali hingga akhirnya salah satu korban trauma dan menyatakan hendak bunuh diri.

Kejadian yang kedua terungkap di bulan Februari, tidak kalah ironis. Yang kedua ini dilakukan oleh sang kepala sekolah berinisial IWS (43), di salah satu SD di Kuta Utara, Badung. Korban disetubuhi selama 4 tahun sejak kelas VI SD, yang mana pencabulan pertama dilakukan di ruang kepala sekolah, berlanjut hingga korban duduk di bangku SMP dan SMA.

Kasus yang kedua ini sendiri terungkap setelah korban akhirnya bercerita dengan salah satu gurunya di SMA, yang mana guru tersebut kemudian menyampaikan kejadian itu kepada orang tua korban yang kemudian melaporkan hal itu ke Kepolisian.

Dua kasus ini hanya yang teranyar, terungkap di awal tahun 2020 ini. Sangat tidak menutup kemungkinan akan terungkap kasus-kasus yang sama lainnya sepanjang 2020 ini, mengingat 2020 masih panjang. Dan belum lagi jika kita runut ke belakang.

Mata kita akan terbelalak, membaca fakta-fakta berita pencabulan yang terjadi di instansi pendidikan kita, khususnya di Bali. Sangat mudah menemukan jejak digitalnya melalui asrip-arsip pemberitaan media online, silahkan dibuka dan dibaca.

Kemudian, tidakkah kita bertanya-tanya (?). Tidakkah ada sesuatu yang salah dengan sistem di dalam pendidikan kita (?).

Sekolah yang seharusnya memberi mereka pelajaran susila, agar kelak menjadi manusia yang bermoral dan berguna bagi bangsa dan Negara, namun apa celaka yang terjadi, mereka justru ‘termangsa’ di salah satu tempat yang seharusnya teraman bagi mereka berada.

Dan, itu dilakukan oleh orang yang seharusnya mengajari dan mendidik mereka budi pekerti dan kesusilaan.

Bagaimana bisa orang-orang dengan mental cabul seperti itu tidak terdeteksi dan lolos menjadi guru. Tidakkah ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegah orang-orang bajingan seperti itu masuk ke dalam instansi pendidikan kita, atau setidaknya mencegahnya menjadi guru.

Kita lepas anak kita berangkat ke sekolah, kita percayakan agar mereka diajari dan dididik, namun apa celaka yang kita dapati, mereka malah diperkosa, diruda paksa oleh pedofilia yang berkedok guru. Lalu apa yang dilakukan Negara mengatasi kondisi ini. Tidakkah Negara memandang ini sebagai sesuatu yang serius dan gawat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed