DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Prof. Dr. I Made Bandem menerima anugerah bintang jasa Jepang yang diberikan oleh kaisar Jepang. Anugerah ini yang diberikan langsung oleh Konsulat Jenderal (Konsul) Jepang, Denpasar Mr. Hirohisa CHIBA  pada jumat lalu kepada Prof Bandem sebagai penghargaan atas jasanya sebagai tokoh diplomasi kebudayaan Indonesia. Hubungan diplomasi antara Indonesia dengan jepang ini sudah berjalan cukup lama dan seiring berjalannya waktu semakin memiliki hubungan yang sangat erat.

Prof Bandem sendiri merupakan seorang seniman akademis  yang lahir di Desa Singapadu, Gianyar pada 22 juni 1945. Beliau sangat  berperan aktif dalam perkembangan budaya dan kesenian yang ada di Bali. Sebagai  seorang seniman beliau merupakan seorang penari bali yang berbakat, terbukti bahwa beliau sudah banyak menciptakan tarian-tarian bali yang sudah dikenal oleh masyarakat nasional maupun internasional.

Sebagaimana diketahui, sebagai penguat  hubungan persahabatan antara Indonesia dengan jepang melalui bidang kesenian, kebudayaan, maupun bidang akademik, Bandem juga secara aktif ikut serta dalam berbagai organisasi. Beliau mulai merintis sejak beliau menjadi penari dan pemimpin ASTI/STSI Denpasar (1982-1997), ISI Yogyakarta (1987-2006) serta guru besar tari, gamelan, dan teater Bali di College of The Holy Cross (2007-2015).  

Baca juga :  Istimewa, Wisuda XXVIII ITB STIKOM Bali Lepas 735 Mahasiswa

Selama itu dia sering bertugas sebagai Direktur Artistik Misi Kesenian Indonesia keluar negeri pada tahun 1990-1991 saat bertugas sebagai sutradara pergelaran Indonesia pada pameran KIAS (Kesenian Indonesia di AS) dan pernah diberi julukan oleh The New York Times sebagai “The Joe Papp of Bali

Prof Bandem sendiri memiliki ketertarikan mempelajari kesenian Jepang. Ini bermula saat beliau belajar di University of Hawaii pada tahun 1968, mulai mempelajari Bob Odori (tari rakyat) Jepang. Diiringi dengan Daiko, Bandem menari Bon Odori bersama para mahasiswa dan masyarakat jepang yang berada di University of Hawaii dan sering tampil di atas panggung-panggung pergelaran di pulau Oahu, Maui, Molokai dan Kaui.

Baca juga :  Lima Tim Wirausaha Mahasiswa ITB STIKOM Bali Dapat Pendanaan Kemendikbudristek

Dalam acara syukuran yang digelar pada hari ini, merupakan dalam rangka penganugerahan bintang jasa jepang (The Order of Rising Sun) kepada bapak Prof. Dr. I Made Bandem dimana beliau juga  mengungkapkan rasa syukur atas apa yang telah ia capai dan kontribusi yang sudah  dapat beliau berikan sampai saat ini. Sehingga hubungan Indonesia dan jepang saat ini masih berjalan sangat baik dengan berdirinya 20 sanggar tari yang sudah didirikan di Jepang sebagai bentuk perkenalan budaya dan kesenian Bali.

“Diplomasi kebudayaan antar bangsa adalah  sebuah diplomasi yang bisa membantu memberikan tuntunan  sebagai media pendukung terhadap diplomasi-diplomasi yang lain, Indonesia kan punya diplomasi politik, diplomasi ekonomi, diplomasi  perdagangan, agama tetapi selalu pengalaman kita itu lebih lancar apabila kita dibarengi dengan diplomasi kebudayaan,” ujar Prof Bandem

Kerjasama juga dilakukan oleh Bandem kepada STIKOM Bali sejak tahun 2013, dimana beliau menjadi penasihat dan pembina dari program Arsip Bali 1928 ITB STIKOM Bali yang merupakan kolaborasi antara ITB STIKOM Bali Dr. Edward Herbst (CUNY) dan Arbiter of Cultural Traditions.

Hubungan antara Institusi Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali dengan jepang telah terlaksana sejak tahun 2016 yang lalu. Beberapa kegiatan yang menunjukkan betapa banyak dan harmonisnya hubungan ITB STIKOM Bali dengan pihak Jepang baik dengan industri maupun perguruan tinggi seperti: dengan Bunkyo University, Fuji Corporation Ltd. Tokyo Jepang, mahasiswa STIKOM Bali mulai magang kerja di jepang, 19 mahasiswa jepang belajar seni dan budaya serta IT STIKOM Bali, Jepang tawarkan beasiswa magister dan doctor,  perayaan 60 tahun hubungan diplomatik Jepang-Indonesia hingga konsulat jepang gandeng STIKOM gelar festival yang juga dalam hal ini STIKOM ikut berpartisipasi untuk menjalin hubungan baik dengan jepang, dan masih banyak lagi hubungan yang sudah dijalin. (Rika)